Membangkitkan nasionalisme dan rasa syukur dari Cu Chi Tunnels

Judulnya lumayan panjang.. kesannya patriotik gitu *hiyaa.. muji sendiri*. Tapi apa yang bakal ditulis, jauh dari kata keren karena saya lagi ga punya ide bermain kata-kata. Ini semata-mata takut keburu lupa aja, maklum nini!

Seperti biasa, historikalnya bisa langsung diakses ke http://www.cuchitunnel.org.vn/. Sejarah, nama tempat, dan tahun-tahunnya membuat saya mati kutu untuk mengingat semuanya. Yang membuat berkesan adalah packaging-nya. Banyak jempol deh! Bayangkan saja,  dipikir-pikir kok mau-maunya orang dari berbagai penjuru rela berjalan kaki berpanas-panasan di daerah yang kering dan gersang, kalau bukan karena dibangkitkan minatnya dengan promosi yang maksimal.

Mungkin saya pribadi merasa iri saja. Betapa tidak, sejarah perjuangan Indonesia yang berabad-abad sendiri ternyata sudah menguap ditelan usia. Cuma hapal selama pelajaran IPS dan sejarah di SD dan SMP. Setelah itu? Sekarang jika ditanya anak-anakpun, dengan mudahnya orangtua bilang cari di google aja! *orangtua itu salah satunya saya -nunduk-*

Akhirnya sejarah perang memang selalu menyisakan pengalaman berharga untuk dikenang. Kali ini di Cu Chi (baca : Ku ci) kami diminta berpartisipasi untuk menikmati sisa sensasi perang dalam suasana ‘nyaman’ dengan membayar tiket masuk sebesar 80rb VND.

Awalnya ada pemutaran video tentang perang Vietnam tapi yang ini diskip sampai akhir sesi, lalu dilanjutkan dengan keliling zona hutan disertai warning untuk tetap berada dalam grup. Kabarnya karena masih banyak granat aktif yang masih belum ditemukan. Di titik tertentu ditemui area terowongan yang hanya berukuran 80x60cm *berarti saya masih bisa masuk*, berbagai contoh jebakan perang, tempat pembuatan senjata, dapur umum, bunker, tempat pertemuan, dan lain-lain. Saya yang rasa interest-nya sangat rendah langsung merasa bosan. Payah!

Tapi itulah setelah mengalami sedikit pengalaman menikmati ‘hidup’ dalam terowongan yang sempit -yang sudah diperbesar- untuk mencapai jarak 100 m saja, saya merasa bersyukur. Perjalanan menyusuri terowongan selama tak lebih dari 10 menit dengan posisi setengah berdiri tak henti-henti membuat saya mengucap berbagai kalimat thoyyibah. Segitu aja pegelnya ga keruan. Kebayang kan betapa mereka menjalani itu selama bertahun-tahun dalam kondisi perang? Merinding rasanya..

Vietnam dengan sejarah kelamnya membuat radar nasionalisme saya jadi sedikit bangkit *kalo bangkit beneran harus ada action yang nyata*. Membuat cinta saya pada Indonesia bertambah beberapa digit. Membuat saya lebih menghargai perjuangan para pejuang bangsa *meski bingung dengan cara apa.. akhirnya ketemu.. kirim al fatihah*. Semoga secuil pengalaman ini bisa membuat lebih bersyukur atas segala yang kita dapatkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s