Menulis itu …

Lihatlah.. ūüôā bagi saya perkara mencari judul yang tepat saja, masih butuh tanda titik-titik yang banyak *artinya sedang berpikir keras untuk mencari kosakata yang spektakuler*. Meski akhirnya kadang menyerah kebingungan, muncul dengan ide yang melintas di pikiran dan seadanya, lalu jreng.. publish.

Setelah tak sengaja jalan-jalan mampir ke tetangga untuk mencari sarapan gratis, lalu sayapun menjadi sangat setuju dengan opini sang sosok itu di  dalam salah satu tulisannya di http://bangaswi.wordpress.com/2011/01/29/menulis-esensi-dari-nge-blog/.

“Jujur, sosok itu kurang begitu suka dengan SEO.¬†Search Engine Optimization. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari. Sudah barang tentu adalah puncak tertinggi pada mesin pencari. Ranking satu. No. 1. Logikanya, yang di atas pengunjungnya terbanyak. Ini realitas. Akan tetapi kalau diterapkan pada blog, seperti ada yang aneh.

Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan awal dari nge-blog? Sosok itu dengan mantap akan menjawab, ‚ÄúMENULIS.‚ÄĚ Beberapa bisa ditambahkan dengan menuangkan apa yang dirasakan. Membuat catatan akan sejarah kehidupan. Bukan menjadi ranking 1 di mesin pencari. Bukan yang lain. Lain halnya jika blog yang bersangkutan menawarkan sesuatu. Blog dagangan. Namanya dagang, tentu harus banyak barang yang terjual. Ini lumrah.”

Tunggu..tunggu sebentar. Ibu-ibu gaptek ini biasanya harus mencerna satu per satu kalimat yang ditampilkan para penulis artikel sebelum akhirnya bisa mengambil kesimpulan sendiri dengan meraba-raba.

Pertama, SEO yang kondang sejak beberapa lama itu ternyata artinya¬†Search Engine Optimization toh? *geleng-geleng kepala*. Keberadaan SEO dimaksudkan agar apapun informasi mengenai seseorang bisa dengan mudah ditemukan melalui mesin pencari. Salah satunya oleh si mbah google *manggut-manggut sok ngerti*. Setelah diperhatikan sekian lama, ternyata ‘rumah’ saya ini memang tidak masuk dalam hitungan most wanted web dalam versi manapun, hehe.. Hanya segelintir orang yang mengenal saya secara personal yang sengaja saya beritahu bahwa ini adalah tempat bercerita saya dalam versi tulisan. Sisanya mungkin teman-teman yang¬†kesasar masuk ke negeri antah berantah, yang terasa begitu dekat seolah merasa saling mengenal satu sama lain atau yang malah buru-buru kabur membaca ocehan ga jelas ini.

Kedua, sosok itu memberikan sebuah opini tentang tujuan kita saat menulis blog. Apakah blog itu? Menurut wikipedia (sebuah acuan pustaka yang tidak diperbolehkan dalam penulisan karya tulis ilmiah), blog merupakan singkatan dari web log, berbentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.  Situs seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Kembali ke inti ulasan yang dipersyaratkan oleh sosok itu sebagai salah satu aspek yang akan dipertimbangkan dalam kuisnya kali ini.  Saya begitu berbinar-binar penuh tanda setuju dengan apa yang ia tulis. Saat kembali kepada tujuan awal nge-blog, bolehkah saya berterus terang bahwa hal ini saya lakukan untuk menumpahkan pikiran dalam bentuk tulisan? Pikiran saya seperti lazimnya insan biasa dipenuhi berbagai rasa yang berseliweran. Cinta, benci, rindu, marah, bahagia, sedih, kesal, haru, sakit, dan iba. Semuanya ingin saya rangkaikan dalam bentuk kalimat sederhana, yang tidak bertujuan untuk menggurui atau memaknai sesuatu, hanya sekedar untuk melepaskan uneg-uneg yang ada.

Menulis bagi saya -orang yang tak terbiasa- pada awalnya merupakan suatu rangkaian usaha ekstra untuk sekedar menghasilkan satu kalimat saja. Memaksakan diri untuk tampil semaksimal mungkin dengan kosakata dan gaya bahasa yang enak dibaca, merupakan ekstra kerja keras kedua yang harus saya lakukan. Belum lagi ekstra ketiga, bersusah payah melawan penyakit malas. Begitu susahnyakah menulis itu?

Tetapi setelah dipikir dan dirunut ulang, ternyata saya tak perlu menjadi seperti para penulis kondang yang memang sudah bertahun-tahun paham seluk-beluknya. Tak perlu menunjukkan eksistensi diri dalam dunia maya secara berlebihan. Tak perlu rendah diri saat membaca betapa bagusnya tulisan teman-teman. Cukuplah mengalir menjadi saya yang memang begini adanya. Tapi tetap berusaha untuk lebih rajin menerjemahkan pikiran. Berlatih dan berlatih, serta mau membuka diri untuk menerima masukan dari orang-orang yang telah berpengalaman.

Menulis itu akhirnya bagi saya adalah sebuah ungkapan perasaan dan pikiran. Sebuah implikasi diri.

Saya ingin menulis segalanya dari hati, apapun itu. Mengeluarkan segala yang berseliweran untuk membantu melepaskan ketegangan yang ada. Mencorat-coret ruang yang kosong ini dengan apapun yang terbersit. Lalu setelah itu, saya menenangkan hati. Memulai kembali untuk membaca ulang dan menyunting kata-kata yang terasa kurang berkenan. Saya tak perlu takut merasa salah -sepanjang tidak menyinggung perasaan orang- atau takut tulisan kita terlihat jelek dan tidak ada yang mau membacanya.  Tak perlu bersedih bila ternyata tidak ada seorangpun yang melirik tulisan kita *maksudnya, ga ada yang komen gitu..hehe*.  Tak perlu takut dengan imej bahwa tulisan mencerminkan jati diri. Ah, biar saja! Saya kembalikan saja semuanya kepada tujuan awal kita menulis blog, segala sesuatunya pasti akan lebih terasa ringan. Percaya deh!

Oh, ya.. terus terang saya juga tidak tahu apakah celotehan panjang lebar saya ini termasuk dalam kategori menulis ulasan? Hehe… *lebih semangat lagi untuk menulis mode ON*


Iklan

8 thoughts on “Menulis itu …

  1. Mbak hilsyaaa… Sepertinya saya yg dr antah berantah itu ya??? He8

    Saya mah pernah -bahkan sering banget- ngerasa apa yg saya tulis ga mutu a.k.a ga menarik, bahkan sempat males banget nulis, karena ga percaya diri dibandingkan blog lain yang hanya dalam itungan bulan site statsnya nyampe belasan ribu…
    Tapi akhirnya menulis sajalah… Walaupun… *titiknya isi dalam hati saja… ūüôā
    Semangat ya mba..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s