Another Korean man

Dari kemaren baca artikel tentang betapa hebohnya para cewek ABG terhadap korean guy. Yang dimaksud pasti cowok-cowok imut anggota band K-Pop atau bintang film drama korea yang lagi ngetrend sekarang. Kelasnya Lee Min Ho yang main Boys Before Flower, Kim Bun, atau siapa lagi. Kalau buat abg seumuran saya sih hehe.. yang seangkatan ama Bae Yong Jun atau Lee Dong Gun aja deh. Jangan tanya siapa lagi ya.. meski rada Han-minded, tapi kalo urusan nama mah ga hapal..

Saya bertekad membuktikan dugaan tentang kenapa para abg ngefans berat ama cowok-cowok cakep tadi. Dulu saya pikir, waktu ada kesempatan sampai di Korea akan ada waktu buat cuci mata memandangi wajah-wajah imut nan rupawan di habitatnya. Ternyata….

Saya jarang banget ketemu cowok ganteng yang seperti bintang film di sana. Mungkin salah posisi dan lokasi. Dipikir-pikir pasti sedikitlah  mahluk rupawan yang bersedia berkutat dengan pusat penelitian yang canggih. Ga bermaksud mengindikasikan ini itu sih, tapi yang kebanyakan saya temui kebetulan orangnya serius dan hampir ga pernah senyum semua. Kan jadi takut…*lebay*. Seperti halnya di tempat lainpun, mungkin koleksi orang ganteng mereka hanya berada di spot-spot tertentu, misalnya di lokasi film atau di iklan TV dan majalah 🙂

Yang pasti hampir 80% Korean guy edisi masa kini yang saya temui sangat jangkung, sementara Korean man-nya sih rata-rata, prediksi saya pasti pengaruh gizi semasa pertumbuhan… Saya cukup seneng melihat mereka tampil berpakaian, rapi, manis, dan modis. Orang bilang metroseksual, dengan konotasi sebagai cowok tukang dandan. Tapi ga juga ah, ambil sisi positif aja bahwa kita suka melihat orang berpakaian rapi. Waktu di area Yang Jae ada sale toko pakaian, saya ikutan asyik berburu baju dengan motif cantik versi saya. Ternyata kemeja-kemeja yang saya pilih itu aslinya buat cowok. Bayangin, kemeja warna merah oranye motif bunga-bunga gede buat cowok? Ih, biarin aja.. ga ada yang tau kan kalau harganya cuma 20rb-an..

Kenapa saya jadi ngomongin Korean man? Ide  itu tercetus karena presenter representatif instrumen GC HRMS tadi orang Korea. Penampakan sang presenter persis banget dengan orang Korea kebanyakan, muka kotak, tinggi rata-rata <170cm, rambut lurus, jarang tertawa, dan bicara dalam bahasa Inggris dengan aksen kumur-kumur sehingga sulit dimengerti oleh telinga bermasalah seperti saya. Jadi bukannya serius memperhatikan materi presentasi, malah melayang kemana-mana. Jadi inget teman Korea saya sepanjang field trip, Mr. Lee dan Mr. Han. Gimana kabarnya ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s