Menikmati Dieng

Tahun ini saya sudah dapat bocoran tidak akan dijadwalkan pergi ke Wonosobo lagi, ganti ke Malang. Masih dalam rangka jalan-jalan tugas *ingat kan kalau tugas saya itu pasti direcokin dengan seperangkat ice box gede-gede?* dua tahun berturut-turut sebelumnya saya kebagian ke Dieng. Instansi kami ditugaskan untuk memantau kandungan POP’s dalam pestisida yang digunakan di pertanian.

Terinspirasi oleh tulisan Mas Hari Jo di http://harjo.wordpress.com/2010/09/14/nikmatnya-libur-lebaran-ke-dieng/ -sambil berusaha keras mengingat-ingat kemana dan apa yang dilakukan- saya coba menekan tombol refresh di memori otak, kali-kali aja ada yang nyangkut.

Perjalanan diawali dengan kedatangan kami di Yogya  kemudian pamit pada instansi tuan rumah dan bermalam di hotel Mutiara, Malioboro. Keesokan pagi, menggunakan mobil sewaan *dengan sopir kecil ajaib dan kadang bikin bete* kami melanjutkan perjalanan menuju Wonosobo, melewati jalan alternatif Magelang. Jalannya sempit dan cukup berkelok-kelok tetapi waktu tempuhnya lebih pendek dibanding kepulangan kami yang melalui Temanggung.

Setelah kulonuwun pada instansi setempat *dengan kontak person bos yang keganjenan*, kami mandiri pergi ke 7 titik sampling. Berbekal posisi GPS yang telah ditentukan kami menyusuri lahan-lahan pertanian satu per satu, untuk mengambil sampel tanah dan air di sekitarnya.  Salah satunya adalah Tuk Bimo Lukar, situs sejarah salah satu air pancuran yang dianggap suci, sumbernya berasal dari sungai Serayu. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan indah tanah pertanian, pegunungan gundul yang rentan longsor karena tidak ada pohon besar, dan suasana yang dingin berkabut. Bonusnya adalah bau pupuk kandang dan pestisida :D.  Kami melihat sendiri petani-petani itu sedang menyemprotkan cairan kimia ke berbagai arah. Duh! Sebuah dilema efek dibalik kebutuhan.

Setelah pekerjaan diselesaikan  seiring dengan perjalanan dari Wonosobo 26 km arah utara menuju ke arah Dieng, kami menyempatkan diri untuk menikmati keindahan alam sekitar. Tahun lalu, kami pergi ke kawah Sikidang dan bertemu dengan anak gimbal. Kali ini ternyata hanya sampai komplek candi Hindu, Arjuna. Sebuah keputusan yang disesali, kenapa tidak sekalian saja mengeksplorasi tempat lainnya. Tapi berhubung hari sudah menjelang sore dan kabut sudah mulai turun, jadi percuma saja tak ada yang bisa dilihat, kami memutuskan untuk kembali disertai derasnya hujan. Alhamdulillah pekerjaan sudah selesai.

Jika tahun sebelumnya kami menginap hotel Surya Asia, Jl. A. Yani ( http://www.suryaasia.com/), maka tahun lalu kami menginap di Hotel Gallery Kresna, Jl. Pasukan Ronggolawe, Wonosobo ( http://www.kresnahotel.com/). Sebuah hotel dengan bangunan tua yang mahal dan cantik.  Dekorasi ala Jawa dan Belanda menghasilkan suasana interior yang menarik. Saat check in, kami berbarengan dengan rombongan turis asal Eropa sebanyak 2 bus yang kabarnya akan mengeksplorasi Dieng dan sekitarnya. Hebaat…

Mengenai kuliner, setelah dipuaskan dengan makan siang di rumah makan sederhana tapi nikmat di sekitar putaran alun-alun..*tempatnya ingat tapi namanya lupa* sorenya kami mencari mie ongklok. Waktu itu tempat yang paling dekat lokasinya  dengan posisi kami adalah mie ongklok pak Muhadi. Rasanya nikmat karena kami sudah merasa sangat lapar, dan saat itu turun hujan. Paling asyik jika mie ditambah racikan rawit sehingga pedasnya terasa sampai ubun-ubun. Tapi saya sih ga bakalan kuat ama sehah-sehah rawit.. plain aja.  Liputan lengkap mie ongklok bisa diakses ke http://yiskandar.wordpress.com/2009/02/08/belum-ke-wonosobo-kalau-belum-makan-mie-ongklok/

Rasanya cukup sekian hasil jerih payah mengingat-ingat saya kali ini, karena perjalanan dilakukan di bulan Juli 2010 dan sebelumnya juga pertengahan tahun 2009 *susah rasanya kalau jadi si Dory*. Lagipun hanya sedikit tempat indah yang disinggahi  karena terbentur waktu pekerjaan. Yang jelas keindahan Dieng buat saya selalu identik dengan dingin dan kabut.

Iklan

2 thoughts on “Menikmati Dieng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s