Senam : cari keringat

Namanya ibu-ibu kalau udah berumur pasti deh dikit-dikit kerasa inilah.. itulah, apalagi ga pernah olahraga pula.. Aw, bisa bikin penampilan jadi ga oke. Yang namanya perut gendut dan lipatan lemak bergelambir, itu sih udah biasa. Belum kalau digerakin dikit aja, badan rasanya mau patah.. jalan bentar udah ngos-ngosan.. doooh, aya-aya wae

Memang kita tidak bisa membohongi umur dan fakta dibalik angka. Meski kita tampil dengan wajah kinclong mencorong hasil perawatan poles sana-sini, tetap saja terjadi penurunan daya tahan tubuh seiring penambahan angka lilin di kue ulang tahun. Karena itu, olahraga menjadi salah satu penyelamat agar tubuh kita tetap terjaga bugar setiap saat. Ga perlu berlebihan, yang penting sesuai porsi dan rutin.

Di kantor, atasan saya adalah penggerak semangat berolahraga. Hasil latihan si bos ikutan klub Celebrity Fitness hampir setahun ini membuahkan hasil. Beliau tampak lebih segar dan langsing, ukuran celana jeans-nya berkurang 4 nomor. Targetnya no 30, ckckck… Setelah menerapkan olahraga rutin dan diet karbo, sepertinya jadi tambah lebih awet muda. Weiits, ga bisa.. masa saya yang selisih 9 tahun kalah saing sih?hihi.. Ga rela!! Sambil meledek beliau suka menyemangati saya agar rajin olahraga, supaya ga loyo,  ga gampang sakit, tambah nafsu makan, badannya segar, dan lain-lain..

Ga kuat bayar iuran klub CF, saya memilih sanggar aerobik yang harganya terjangkau kantong dan lokasi yang dekat. Maka sore tadi sepulang jam kantor, setelah sekian abad ga pernah gerak badan dengan semangat 45 saya ikutan senam. Hahay.. semangatnya. Saya pede banget, karena melihat peserta sanggar rata-rata lebih ‘semok’ dari saya. Udah gitu, pakaian mereka juga cukup terbuka dan seksi.. *ya iyalah.. orang mau senam di ruang tertutup kok?* Saya ga berani pake baju senam.. selain ga punya yang seperti mereka, saya juga ga enak kalau nanti mereka lihat bodi saya kayak model papan penggilesan, hihi… *pentung rame-rame!*

Awalnya sih saya masih bisa mengikuti gerakan aerobik dan body language dari instruktur, lama-lama.. hehehe, kok badan rasanya mau patah ya? Bentar-bentar berhenti, alesan ngebenerin ikatan tali sepatulah, gerak-gerak ga jelaslah.. padahal sih lunglai. Salut ama ibu-ibu yang  ikutan senam tadi, meski badannya terbilang cukup berbentuk semangatnya luar biasa. Saya yang tergolong ‘muda’ dan paling langsing *ehm.. * malah jadi orang yang kaku sendiri.. *huu, malu-maluin aja*. Kali ini saya sama sekali tidak menargetkan untuk lihai di sesi pertama, saya yang tergolong jarang berkeringat dan punya sedikit masalah dengan jantung cuma ingin merasakan tetesan air di sekujur tubuh akibat olahraga.

Untuk seorang pemula yang jarang berolahraga, sebaiknya lakukan pemanasan terlebih dahulu agar tubuh kita mampu beradaptasi dengan gerakan-gerakan selanjutnya. Jangan memforsir diri dikarenakan malu jika ternyata kita tak sehebat orang lain. Tiap orang kan punya kapasitas dan kemampuan sendiri. Seiring latihan rutin, nantinya tubuh kita bisa menerima porsi gerakan yang lebih sulit. Meski badan terasa lemas, letih,  dan gemetaran sehabis berolahraga, namun setelah itu tidur akan terasa lebih nyenyak dan kita merasa bugar di keesokan harinya. Jadi jangan lupa olahraga ya! *Gaya banget.. ngomongnya kayak atlet pro aja..*

Iklan

One thought on “Senam : cari keringat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s