Beautiful Belitung

 

Saya lagi ga mood nulis..*mulai terserang penyakit kambuhan yang kronis..males*, apalagi kalau kejadiannya sudah berlangsung sekian lama. Sementara kapasitas daya ingat makin melemah, pasti deh banyak yang lupa. Kali ini saya akan share tentang Belitung yang saya kunjungi Mei 2010 lalu. Berhubung banyak sekali teman-teman yang sudah menginjakkan kaki ke negeri Laskar Pelangi (thanks anyway to Andrea Hirata), disini saya cuma pengen memberi statemen bahwa “Thank God I’ve been in Belitung, I am blessed to be Indonesian.. so proud of this beautiful country..”

Dulu sebelum ada Andrea, suami atasan saya yang mukanya nyaris mirip mantan (haha..*tutup muka tahan nafas*) asli anak Belitung. Beliau selalu mempromosikan bahwa Belitung itu sepi tapi pantainya bagus, promosi kuliner (mie, gangan, kepiting, ikan.. bikin ngeces aja), “ayo berlibur ke Belitung!” nanti nginap di rumahnya, bla..bla..bla (kesannya beliau seneng bicara tapi memang itu kenyataannya *persis seperti  ‘adik’ kembarannya*). Berbeda dengan Andrea yang anak orang biasa, beliau seperti ditakdirkan untuk makmur  dan pinter semenjak kecil. Lahir dan besar di Gedong -komplek orang kaya milik PT Timah-, melanjutkan studi di Bandung, lalu bekerja di instansi kami, dan mempunyai istri seorang atasan. Nice couple, both of them are smart and excellent. Lha.. ngapa jadi ngomongin orang lain ya? *ngelantur mode ON*

Balik lagi ke topik, sejak semua orang keracunan Laskar Pelangi saya sudah berancang-ancang  untuk pergi ke sana. Mencari teman persekongkolan untuk pergi, ikut rombongan tur *emak-emak udah ga mau mikir jalan sendiri, pengen enak dan nyaman aja*. Akhirnya saya berhasil meracuni 3 orang lain untuk ikut serta. Siiip..

Namun dua minggu menjelang hari H, tiba-tiba dua orang teman tidak bisa ikut karena mendapat tugas kantor pergi ke luar negeri. Yang satu ke Swiss, satu lagi ke Singapore. Whoaa.. kecewa sih tapi ya lebih baik mereka pilih ke luar negerilah, Belitung bisa nanti. Maka DP yang sudah dibayar untuk berempat, diberikan kepada kami oleh teman yang akan ke Swiss  *asyiik.. sering-sering ya ngasih rejeki, nanti dibalasnya berlimpah deh :D*

Dibanding paket Laskar Pelangi yang terlalu Andrea akhirnya kami memilih paket tur mercusuar (Lighthouse Package) dari http://www.belitungisland.com/. Jasa tur yang saya anggap sangat profesional menangani potensi wisata di daerahnya. Acung jempol buat pak Kusumah dan timnya. Itulah enaknya ikut paket wisata, tinggal bayar dan duduk manis menikmati itinerary yang sudah disiapkan. Wah, ga ada nilai adventurirnya dong? Hehe.. biarin ah, kan udah ada yang bayarin setengah.. *kipas-kipas bahagia*

Terus disana ngapain aja? Jawaban yang paling tepat adalah menghitamkan kulit dengan sukses. Meski sudah dibalur sunblock SPF sekian, tetep aja tuh muka langsung berubah jadi gosong. Pantas saja orang-orang disana item-item ya.. tapi tetep pada manis kok. Oh.. iya tempat wisata yang kemarin dikunjungi bisa diakses langsung ke http://www.belitungisland.com/index.php?bahasa=id&id_dest=8. Info dari situs itu lebih dapat dipercaya dibanding tulisan saya yang ala kadarnya (soalnya udah banyak yang lupa sih :D)

Aktivitas tur yang utama sih hanya sightseeing dan islands hopping sambil mendokumentasikan diri tiap geser 1 meter *hihi..narsis abiis*,  beserta wisata kuliner yang ajib banget *nah.. saya yang ga doyan makan aja bilang gitu!*. Tujuan background tempat narsis kami adalah Tanjung Binga, Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi, Pulau Lengkuas, Pulau Burong, Pulau Lutong, dan Batu Berlayar (itu yang saya ingat).

Sementara seperti promosi suami atasan saya tadi tentang kuliner, yang pertama saya cari adalah mie belitong dan gangan -kedua masakan tadi akhirnya bisa saya buat sendiri di rumah dengan modifikasi ngeles canggih ala saya-.  Kalau tidak salah kami bersantap siang gangan, dkk yang nikmat ini di restoran Mabai di Tanjung Tinggi, alhamdulillah.. enak banget! Sementara untuk mie belitung Atep kami dapatkan setelah hunting jalan-jalan sendiri di sekitar hotel pada malam hari sebelum trip dimulai. Ketika akan mengitari kota  lagi agak bingung karena kota Tanjung Pandan sepi banget, ga ada mallnya..hihi *please deh*.  Ga lupa juga dengan memori kepiting soka dan kepiting jumbo lainnya *rebutan terus soalnya..*. Berburu kerupuk ikan buat cemilan. Minum wedang jahe  malem-malem di pinggir jalan *yang jual ternyata orang Sunda*. Blasak-blusuk ngiterin pasar tradisional *naksir berat ama ikan-ikan segarnya*. Atau jalan-jalan menjelang sunrise ke pelabuhan di Tanjung Pandan. Over all, natures-nya indah banget.. *sambil belajar jeprat-jepret pake Nikon D3000 *maklum pemula*

4 thoughts on “Beautiful Belitung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s