Alhamdulillah, porsi sudah di tangan..

Sebagai  seorang pemula dalam dunia wordpress, rasanya saya memang rada kuper.  Kadang bingung dengan berbagai tulisan yang sudah melimpah ruah di dunia maya. Tanpa sengaja, karena sang empunya berkunjung ke ‘rumah’ baru ini, saya pun menemukan tulisan-tulisan bagus (promosii…de) terutama di http://dheeasy.wordpress.com/2010/08/25/insya-allah-saya-setahun-lagi/. Ide tulisan per judul tadi persis menari-nari di benak saya, namun ia menuturkan dalam rangkaian kalimat yang indah sehingga akhirnya harus saya akui mungkin akan lebih baik bila teman-teman langsung meluncur ke ‘rumah’nya…

Seperti lazimnya anggapan kebanyakan orang, bagi saya yang juga awam melangkah ke Tanah Suci lebih berorientasi pada kemampuan secara materi dan usia dewasa (baca: tua?). Banyak uraian ini itu namun saya tak ingin menjabarkannya dengan panjang lebar. Anggaplah kita saling mengerti, tapi intinya semua itu karena panggilan Allah. Titik.

Buat seorang saya yang baru saja diangkat menjadi golongan III/c dengan status singel, otomatis DP pergi haji seperti hanya tinggal impian. Jumlah pemasukan sama sekali tak sebanding dengan kebutuhan terutama saat anak-anak menjelang besar. Tapi Allah selalu memberi rejeki sesuai porsi dan kebutuhan kita, tinggal kitalah yang ikhtiar mencari dan harus bisa mengatur segalanya agar seimbang.

Banyak pertanyaan yang saya ajukan pada senior, teman, maupun kolega yang kebetulan mendapatkan rejeki berlebih. Dengan cara halus tentunya. Saya tahu benar bahwa secara materi mereka sangat berkecukupan, tidak punya tanggungan, atau apapun yang memberatkan. Tetapi dari berbagai jawaban rasanya saya terlanjur mengambil kesimpulan, bahwa hal itu bukan prioritas saat ini. Entah menunggu saat yang mereka kira akan lebih tepat, saat lebih matang, lebih siap mental atau saat punya pasangan, tapi sudahlah saya tak ingin mulai mengira apapun.

Sementara di sisi lain, saya sibuk berhitung secara matematika dunia biasa sampai nyaris don’t know what to say. Seringnya di tengah malam terbangun dan teringat bagaimana caranya supaya bisa memenuhi keinginan itu. Terpikir setiap saat, otak bekerja non stop. Sampai tiba saatnya saya pasrah, tak ingin memaksakan kehendak jika diri tidak mampu. Kalau cukup hanya satu ya satu saja. Sisanya menyusul. Mencoba mengikhlaskan hati sambil terasa perih (yaa.. itu sih belum ikhlas dong!)

Saya beralih dari memikirkan hal tadi dengan mempraktekkan diri agar bersegera berbagi saat dalam kesempitan. Mungkin terkesan ada maunya, saya malu tapi Allah mengerti segala keinginan hambaNya. Hanya itulah ikhtiar dan keharusan untuk saya sambil mencoba melapangkan hati. Sedikit berbagi untuk menyenangkan sesama. Sederhana..

Ternyata dalam waktu singkat, syukur alhamdulillah *nulisnya sambil bercucuran air mata*Allah memberikan pertolonganNya lewat seorang senior yang berkecukupan. Ia bersedia meminjamkan sejumlah besar uangnya. Jadi  saya bisa mengurus pelunasan sesegera mungkin agar tak terlalu jauh jaraknya dengan suami. Dibandingkan dengan fasilitas dana talangan dari bank yang perlu jaminan dan butuh waktu 2 minggu untuk memproses, jelas  ini jauh lebih baik.

Awalnya saya masih meragu, mengingat pada dasarnya saya tak mampu secara materi dan punya keinginan pribadi yang tidak jelas. Tapi kembali, sekuat tenaga saya yakinkan diri bahwa ini adalah pilihan spektakuler yang harus saya raih secepat mungkin sebelum kesempatan itu tertunda lagi atau bahkan hilang. Saya dipanggil dan diberi kesempatan. Masa saya tolak? Sungguh, saya seorang hamba yang tidak tahu diri jika segalanya sudah ada di depan mata lalu kemudian saya abaikan… Di samping itu, saya percaya sebagai orang yang lebih muda tentunya kita akan lebih kuat secara fisik dan mental. Berhubung saya sakit-sakitan, apa tidak akan lebih parah jika saya pergi di usia yang lebih tua? Malah dikhawatirkan  makin merepotkan orang sekitar.

Lalu, bismillah.. proses dimulai, dan selesai… Alhamdulillah

=====

*mohon maaf, saya tidak bermaksud apapun dalam sesi ini… hanya sekedar berbagi dan berterimakasih pada semua pihak yang telah membantu dan menginspirasi saya selama  ini, semoga Allah membalas segalanya dalam jumlah yang berlimpah, amin..*

Iklan

2 thoughts on “Alhamdulillah, porsi sudah di tangan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s