Setelah menjadi paranoid

Pikiran saya baru benar-benar terbuka, saat saya berbincang ringan (namun nyatanya serius) dengan seorang sahabat lama. Materinya mengenai pola mendidik anak dan efeknya di masa depan. Ia bercerita mengenai bagaimana kondisi orang terdekatnya saat ini yang notabene bisa dikategorikan ‘weird’…bla..bla..bla.. But then most of all,  poin yang saya dapatkan adalah bagaimana tindakan preventif yang harus dilakukan orang tua dalam rangka mendidik anak..

Coretan ini bukan berasal dari seorang psikolog atau psikiater yang expert dalam mengatasi masalah kejiwaan.. tapi semata-mata karena saya hanya ingin meluapkan perasaan saja, karena merasa tak sanggup bila saya harus menyimpan ini sendiri. Jujur, saya salut dengan profesi orang-orang yang bisa mengedepankan masalah they should keep the secret sebagai kode etik profesi, karena otomatis mereka akan berhadapan dengan beragam orang dengan berbagai jenis persoalan yang harus dipecahkan..

Fitrah seorang anak yang suci akan diwarnai oleh pena ayah ibunya di masa depan. Maka merupakan kewajiban orangtua untuk melakukan yang terbaik bagi buah hatinya sebagai wujud pertanggungjawaban atas titipan Allah yang diberikan kepada mereka.

Kembali kepada orang terdekat sang sahabat, mungkin dia tak akan bisa kembali normal seperti sediakala bila yang bersangkutan tidak mau memberikan respon positif atas apa yang dia alami sehari-hari. Begitu beratnya penderitaan batin, sehingga keluarganyapun kini harus menanggung beban itu. Obat penenang dalam dosis maksimalpun tak akan ada gunanya bila ia tidak mampu berhenti untuk berada dalam kecemasan berlebihan, waspada siaga satu, amarah memuncak atau praduga yang tak henti.. semuanya menjadi paranoid. Hanya ketenangan yang ia butuhkan. Mendekatkan diri pada Allah adalah satu-satunya jalan. Tak perlu lagi menyesalkan mengapa ini terjadi, karena ini memang sedang terjadi..tapi kita harus mencari solusi bagaimana untuk keluar dari masalah itu?

Ayo kalian pasti bisa berikhtiar untuk meraih kesembuhan secara medis maupun alternatif yang syar’i..semuanya demi masa depan anak-anak..

Berjuang ya sahabat.. you can lean on me, saya pasti akan membantu untuk mencari info ataupun solusi terbaik insya Allah.. jarak bukan halangan bagi kita.

Sebuah re-post 20 Feb 2009, saat saya dijadikan tempat curhat seorang sahabat. Saat ini kondisi yang bersangkutan sudah jauh membaik dan mereka tetap bersama demi anak-anaknya. Namun saya tak mengetahui detilnya seperti apa karena terlalu pribadi. Apapun, happily ever after ya say…

Iklan

One thought on “Setelah menjadi paranoid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s