Oh.. telinga

Di hari-hari ini saya mengalami ‘sesuatu’ yang berkaitan dengan telinga. Entah mengapa tiba-tiba saya merasa bahwa sensor pendengaran saya berkurang 2 level dari biasanya. Memang tidak diukur berapa desibel dengan alat sound level meter.. just a feeling. Indikasinya  saya jadi tidak bisa mendengar suara tivi pada volume 4 di malam hari, biasanya tivi pada volume 2 aja sudah bikin suara ga nyaman menjelang tidur.. Wah, gawaat…kenapa nih?

Saya memang punya hobi yang agak aneh ditambah nyandu, korek kuping.. Saya berusaha menahan diri untuk tidak mengorek-ngorek ke dalam telinga, tapi sayang.. rasanya  ga tahan ya? Telinga kok rasanya gatel minta digaruk terus -bahkan ketika tidak kotor sekalipun- setiap hari beberapa kali. Gimana ya menjabarkannya.. addicted ! Orang-orang di sekitar senantiasa mengingatkan bahwa efek dari keisengan mengorek kuping itu sangat berbahaya, bahkan mereka sampai menyembunyikan cotton bud dari penglihatan saya. Tapi begitulah, saya jalan terus .. asyik sendiri sampai akhirnya kepentok masalah. Mendadak saya jadi rada budeg.. saya tidak bisa mendengar bisik-bisik tetangga, kuping bagian dalam terasa panas dan sakit kepala parah. Oh, tidaak…

Haus akan informasi pertelingaan, akhirnya membuat saya menemukan artikel-artikel menarik dan sangat informatif  pada blog seorang dokter THT di http://d132a.wordpress.com/my-profile/ *Makasih banyak Dok…* Atau bisa juga masuk ke http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/10/tips-membersihkan-cerumen-pada-lubang.html#axzz1BLdjpmU9 . Selain itu ada juga di http://ranywaisya.wordpress.com/2008/03/26/kenali-dan-bersihkan-telinga-dengan-benar/ . Pokoknya banyak banget kalau mau baca- satu satu dengan rajin.. 😀

Tadinya saya bertahan, tidak ingin ke dokter THT dulu. Mungkin masih bisa diobati dengan obat tetes telinga herbal. Tapi lama-lama kok ga terlihat khasiatnya. Saya tetep aja ‘budi’- budeg dikit. Terpaksalah, mau tak mau minta ditengok dokter. Ternyata penurunan daya dengar itu adalah akibat akumulasi kotoran ataupun serpihan kulit telinga yang makin masuk ke bagian dalam telinga akibat keseringan dikorek-korek. Korekan yang dahsyat juga bisa menimbulkan infeksi atau luka sehingga kuping terasa perih bahkan menimbulkan rasa pusing. Dokter THT bilang, sebaiknya jauhkan cotton bud dari bagian dalam telinga. Jika ingin membersihkan sisi luarnya saja cotton bud masih bisa dipakai, tapi jangan di bagian dalam. Gunakan obat tetes telinga atau pergi ke dokter THT untuk membersihkan telinga. *Hiyaa.. satu telinga aja kemarin plus obat antibiotika dihargai 200rb-an .. 😀 *

Memang saat ini ada terapi yang lebih nyaman untuk membersihkan telinga, yaitu dengan menggunakan metode ear candle. Caranya sebuah lilin khusus (bukan lilin putih lho) dipasang di lubang telinga, lalu bakar ujung lilin biarkan sampai menyentuh garis batas sekitar 5 cm dari rongga telinga. Kotoran akan tertarik ke atas akibat perbedaan tekanan. Dulu di awal penggunaan, biasanya ear candle dilaksanakan di salon maupun klinik kecantikan. Harganya bervariasi sekitar 30-50rb per treatment, entah kalau sekarang mungkin bisa lebih murah. Tapi jika ingin berhemat, sebaiknya membeli candle-nya saja (di toko kosmetik 3 pasang Rp 25rb) dan lakukan sendiri di rumah. Rasanya menurut saya metode ini jauh lebih aman dibanding metode primitif cotton bud. Tapi banyak pendapat dokter THT yang menyatakan ear candle ini juga kurang aman. Seperti copas tulisan Ikarowina Tarigan dari http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/03/12/2268/11/Ear-Candle-bukan-Langkah-Aman

Sebagai contoh mengangkat wax dari telinga dengan ear candling bukanlah langkah yang aman. Apa bahayanya? Berikut keterangan dari pakar untuk Anda.

“Cairan lilin di telinga (ear wax) merupakan pelumas alami telinga,” terang Jennifer Smullen, MD,  seorang  instruktur otology dan laryngology dari Massachusetts Eye and Ear Infirmary di Boston.” Lilin ini mencegah masuknya air ke telinga dan mempunyai pH asam sehingga bisa mencegah infeksi,” tutur Smullen, seperti dikutip situs webmd.com.

Mengingat manfaat ini, terang dia, sebenarnya Anda tidak perlu mengeluarkannya.

Bagaimana dengan penumpukan lilin di telinga? Meskipun jarang terjadi, lanjut Smullen, beberapa orang mengalami penumpukan lilin yang menimbulkan rasa gatal dan gangguan pendengaran.

Dan produk ear candling, terang dia, dipasarkan sebagai sebuah solusi mudah bagi orang yang mengalami gangguan ini. Produk ini digunakan dengan menempatkan corong lilin lebah di dekat telinga. Lilin ini kemudian dinyalakan. Setelah sumbu habis terbakar, corong diangkat bersamaan dengan lilin telinga dan kotoran lainnya.

Sayangnya, terang Smullen, menyalakan lilin di dekat telinga bukanlah hal yang mudah dan bisa berbahaya.”Anda bisa kehilangan pendengaran akibat ear candling.” Selain itu, terang dia, proses ini bisa membakar saluran dan gendang telinga.

Daripada menggunakan api, Smullen menganjurkan Anda membersihkan kelebihan lilin dari bagian luar telinga dengan menggunakan tissue. Jika tidak efektif, berkonsultasilah dengan dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan. (IK/OL-08)

Yah, namanya udah kena batunya.. akhirnya kebiasaan dan kecanduan itu harus saya kurangi sedikit demi sedikit. Harus.. jika saya masih ingin mendengar suara-suara indah di sekitar saya. Sudah waktunya menjaga titipan panca indera dengan sebijak mungkin..

Nb. ga boleh telpon berjam-jam yaa.. kurangi  🙂

Iklan

3 thoughts on “Oh.. telinga

  1. Bagiaman cara membersihkan telinga dengan benar karena saya pernah membersihkan telinga saya, ternyata terjadi infeksi karena salah cara membersihkannya……..akhir jadi sakit deh….

    Memasukkan baby oil ketelinga itu katanya juga tidak boleh akan memnyebabkan infeksi juga……kadang membersihkan dengan korek kuping yang lembut kotoran telinga tidak ikut semua jadi ya terpaksa menggunakan korek kuping yang agak keras…bisa menimbulkan luka juga sih alis berdarah……

    Bali Villa, Bali Villas, Bali Property, Bali Photography

  2. klo masalah yang saya alami karena perbedaan tekanan udara telinga dalam dan luar………(Bara trauma)………. dulu k dokter THT d treatment pke alat buat mnyeimbangkn tekanan tersebut. Tp skg kambuh lagi, kta dokter kali ini ga boleh d treatment pke alat itu lg cz tkut ktergantungan dan membahayakan. Skg cm minum obat……..ehm rasanya ga nyaman bget…….da yg punya info…… d Share k aq ya…… Thank U……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s