Hari ini baru berjumpa dengan matoa

Saya sudah lama mendengar berita tentang buah eksotis khas papua yang terkenal, matoa. Tak banyak yang saya ketahui namun sedikit penasaran untuk mencicipi bagaimana rasanya, tapi tak pernah kesampaian. Hingga saat ini saya belum berkesempatan menginjak tanah Papua, belum seberuntung rekan-rekan kerja saya yang lain. Saya membayangkan lamanya perjalanan ke Papua yang setara dengan pergi ke Korea atau Jepang, 6-7 jam.. jauh, melelahkan.

Tadi pagi iseng-iseng saya melongok ke luar jendela ruangan. Kantor saya berada di area hijau komplek penelitian. Dipastikan banyak sekali pohon-pohon yang saya kenal maupun tidak dikenal tumbuh di sekitar kami. Saya penasaran dengan satu pohon yang buahnya rimbun tapi tidak pernah ada seorangpun yang memetiknya. Bersama salah seorang teman yang hobi sotoy (sok tau) yang ngotot bilang bahwa itu pohon matoa, kami turun dan berjalan-jalan di sekitar pohon tadi. Nyatanya setelah didekati, berbeda sama sekali. Kok malah mirip buah nam-nam ya? Bedanya buah ini tumbuh di ranting dan lebih kecil, sedangkan nam-nam tumbuh di dahan pohon. But anyway, saya malah tetap penasaran dengan matoa. Menurut rekan saya yang lain, ada pohon matoa tumbuh subur dekat tempat parkir baru dan menjadi buat favorit mantan menteri kami Pak Sarwono. Akhirnya sengaja kami beranjak ke sana, ingin lihat seperti apa bentuknya.

Ternyata pohon matoa kami sudah tumbuh hampir 6 -7 m. Sedikit berbeda dengan matoa merah, saat ini buah yang berwarna hijau itu tumbuh dengan rimbun. Wah, saya kaget dan takjub.. betapa menyenangkannya melihat pohon dengan buah yang menggelantung banyak sekali. Saking lezatnya, manusia harus berlomba cepat untuk mendapatkan buah matang dengan kelelawar yang asyik nangkring di pohon. Banyak buah yang berjatuhan di tempat parkir. Beruntung saya temukan sebuah matoa hijau yang jatuh dan sedikit terkelupas, tapi saya nekat memakan bagian yang masih bagus. Ternyata enak ya.. perpaduan rasa lengkeng dan rambutan, hanya saja daging buahnya agak tipis. Kabarnya bijinya juga bisa dimakan tapi tadi belum saya buktikan πŸ™‚

Menyenangkan sekali bisa mencicipi buah eksotis yang langka tanpa harus jauh-jauh ke Papua (meski masih tetap berharap bisa kesana). Menyenangkan sekali bisa bekerja di tempat yang asri dan penuh pepohonan. Menyenangkan sekali bisa menatapi pemandangan hijau seperti ini. Penuh rasa puas, saya kembali ke depan komputer dan langsung mengeksplore mbah google sebelum kembali bekerja *biar ga penasaran…*. Info matoa bisa diperoleh di http://papuabarat.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=2:mengenal-buah-matoa-lebih-dekat&catid=4:info-aktual&Itemid=5 atau di website-website lainnya.. trust me!

Iklan

6 thoughts on “Hari ini baru berjumpa dengan matoa

  1. Wah saya ingat sekitar 5 tahunan yang lalu ke Papua, dioleh-olehi buah matoa sekardus mi instan oleh pejabat sana (plus bathik Papua, yang di sini tiada duanya dan selalu mengundang komentar jika saya kenak. Sekarang saya sudah lupa bagaiamana rasanya ya?

    Hiajau seperti kedondong kalau tidak salah ingat.
    Salam

    • tadi saya balapan sama kelelawar, pak.. πŸ™‚
      bertahun2 saya pandangi pohon di kantor kami, baru tadi saya sadar kalau itu matoa.. rasanya enak, manis..

      jika berminat ditunggu di kantor, mumpung buahnya sangat lebat πŸ˜€
      salam kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s