Saat akad

Setiap ada event pernikahan, terutama untuk saudara, tetangga dan teman dekat, pasti saya selalu sempatkan untuk menghadiri acara akad.. tetapi ternyata setelah saya ingat2 lagi hanya ada beberapa.. bukan karena masuk dalam daftar anggota EO, hanya saja acara ini jauh lebih menyentuh hati dibanding acara selanjutnya.. Kalau acara berikutnya lagi sih pastinya milik penganten.. 🙂

Entah kenapa, saya selalu berkaca-kaca tiap mendengarkan wejangan atau janji yg diucapkan mempelai pria dalam tiap prosesi ini.. Dulu pertama kali lebay, tahun 96.. saat temen sekost saya, Mbe akhirnya menikah dengan teman seangkatan, yang notabene dua-duanya saya kenal. Rasa haru bahagia sedih aneh campur aduk melihat dia melangkah lebih maju, hihi.. apa karena waktu itu saya belum sold out?

Lantas yang kedua.. waktu temen sekamar saya saat kuliah dipertemukan dengan seorang lelaki, antara tahun 97-98, waduh.. 2 lembar tulisan berisi kegembiraan dan rasa aneh saya ungkapkan buat Ety. Ucapan doa dan pengharapan ingin melihat dia bahagia dengan pilihannya. dan karena saat ini dia juga akan langsung diboyong ke luar negeri untuk mendampingi sang suami tugas belajar. Wah, bener2 dari hati deh.. sampai-sampai suaminya baca surat saya dan bertanya.. ini siapa? hahaha… Di tahun berikutnya juga sahabat dekat saya satu lagi juga dipertemukan jodohnya dengan prosesi yang sama, singkat.. dan langsung diajak mukim di luar negeri sampai sekarang, yang ini cuma ucapan selamat singkat dan haru via telpon aja. Padahal seseharinya kami ‘rada-rada gila’ karena style-nya sama, cuma bedanya dia sekarang sholehah, mandiri, dan berkecukupan.. hehehe..banyak dong itu sih?

Di 2008, om tajir ‘pewaris tahta kerajaan sukabumi’ saya akhirnya memutuskan untuk menikahi gadis beda usia 12 tahun.. mm, akhirnya rekor beda umur saya pecah juga.. Diiringi prosesi yang cukup mewah secara adat sunda yang lengkap.. muncul lagi sisi melow yang kadang suka bikin malu sendiri. Jadilah saya menghapus tetesan airmata buaya secara sembunyi2, bahagia haru miris campur aduk lagi.. Pikiran saya sibuk berkeliaran membayangkan ini itu dengan imajinasi dan realitas, diiringi doa semoga banyaknya rupiah yang dia gelontorkan untuk momen penting ini akan terjaga sampai selama mungkin, karena mereka tidak tahu akan ada apa di depan mereka. Ucapan semoga berbahagia dengan doa setulus hati saya sampaikan, juga karena selain sang “tante kecil” yang akan jadi bagian dari keluarga besar kami tampil sangat cantik, menyenangkan, dan bisa melebur secara natural.

Di pertengahan tahun 2009, orangtua menikahkan adik lelaki saya. Diiringi dengan acara lamaran yang tidak well organized, tidak well prepared.. karena yang ngotot mengharuskan menikah justru orangtuanya. Sementara dua mahluk yang bersangkutan santai-santai, bikin pusing kakaknya aja.. Acara berlangsung sederhana, hanya ada dua keluarga besar, saudara, dan teman-teman terdekat. Prosesi akad juga rada-rada preman, entah karena adik2 saya juga tipenya santai.. suasana sakral tidak terlalu terasa disini, tetapi tetap saja.. saya kembali meneteskan airmata lagi disela-sela memegang kamera.. untung ketutupan kamera pro.. Terasa sedih karena saya tau mereka sebenarnya tidak begitu siap melangkah lebih jauh. Menikah lebih karena alasan mematuhi orang tua, yang tidak menginginkan anak gadisnya dilangkahi adik lelaki, hmm.. prototipe kuno masih jalan terus.. tapi ya sudahlah.. life must go on

Balik ke edisi tahun 2000.. Apakah saya menangis haru dalam prosesi akad nikah di acara pernikahan saya? Jawabannya tidak.. Banyak hal melintas saat itu, tapi yang saya inget cuma satu dari juru rias.. “Neng, jangan nangis ya, nanti riasannya jadi jelek..”

re-post FB 10-01-10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s