Hari pertama di semester genap si sulung

Hampir semalaman ini saya tak bisa jenak, pasalnya sepulang sekolah di edisi semester genapnya ini si sulung memberikan laporan bahwa wali kelasnya terhitung hari senin kemarin berhenti dari sekolah. Adapun guru bahasa Inggrisnya juga turut berhenti mengajar karena mendapatkan beasiswa di universitas. Saya sempat kaget, karena dua orang guru tadi terlibat sebuah ‘insiden’ kecil dengan kami saat pembagian raport kemarin.

Sebenarnya insiden dengan kami selaku orangtua murid bisa dibilang sepele. Saya bertanya kepada wali murid perihal nilai bahasa Inggris si sulung yang terasa amat janggal. Ayahnya saat mengambil raport tak berprediksi apapun, sementara saya hanya heran.. Seingat saya si sulung pernah bilang bahwa nilai ulangannya kemarin paling tinggi di kelasnya tapi tertulis di raport hanya tertulis 63. Mulanya sang wali kelas berkeras bahwa nilai itulah yang ia dapatkan dari guru yang bersangkutan. Mungkin sambil dicek ulang ternyata nilai ulangan harian yang dimasukkan seharusnya 100 menjadi hanya 10 (salah ketik), sehingga rata-ratanya menjadi rendah. Akhirnya guru muda tersebut menelpon kami dan meminta maaf atas kelalaiannya. Jujur, kami apalagi saya tak mempersoalkan permasalahan nilai dan peringkat si sulung karena bukan suatu hal yang mengganggu ataupun prestisius. Mungkin saya tergolong orang yang tidak peduli dengan angka. Karena setelah tua seperti sekarang, saya mendapati kebanyakan teman-teman saya yang sukses saat ini malah banyak yang berasal dari nilai raport yang pas-pasan.

Kembali ke laporan si sulung.. awalnya saya tak enak hati, jangan-jangan akibat kelalaian kecil itulah dua guru tadi terpaksa harus berhenti mengajar tapi moga-moga saja tidak. Kami menanyakan langsung pada sang wali murid, ternyata bukan insiden itu penyebabnya. Sambil menangis ia menjelaskan bahwa alasan yang sebenarnya nanti akan disampaikan pada rapat komite guru dan orang tua murid. Ia hanya berkata bahwa ada pihak-pihak berkuasa yang tak menyukai kehadirannya.

Rasanya saya tak percaya, mengapa cukup sering terjadi kasus guru berhenti ataupun diberhentikan by request seperti itu atau dengan alasan apapun. Mungkin situasi yang alami dan lumrah terjadi dimanapun. Hanya saja saya tak bisa membayangkan, di hari pertama mengajar di semester genap.. saat masih bersemangat untuk saling bersama antara guru dan murid. Tiba-tiba harus ada kejadian seperti itu.. entahlah, membayangkan murid-murid menangisi kepergian gurunya membuat saya turut meneteskan airmata. Belum lagi setelah ini sang guru berhenti bertemu dengan murid-muridnya, tak punya pekerjaan, berhenti berpenghasilan…. aah, saya tak berhenti menyusuti airmata

bu Luly, terimakasih sudah mendidik si sulung kami .. semoga mendapatkan tempat bekerja yang lebih baik setelah ini

Iklan

2 thoughts on “Hari pertama di semester genap si sulung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s