Short trip : back to Niigata

Saya adalah orang keempat yang disodorkan form aplikasi untuk mengikuti senior technical meeting selama 4 hari di Niigata, akhir Agustus lalu. Biasanya kabid saya yang selalu hadir, namun kali ini beliau menolak dengan alasan baru beberapa bulan lalu ke Niigata. Disposisi turun ke kasubbid saya, yang kemudian ditolak juga dengan alasan beliau tidak mendalami sesi yang akan dibahas. Setelah itu turun kepada the real senior manager on this issue, namun ditolak juga dengan alasan mbak saya itu ga terlalu pede dan malas untuk bepergian di bulan puasa. Akhirnya diserahkanlah kepada saya, salah satu anggota yang cukup bangkotan untuk pergi presentasi.  Hmm.. why not? Saya cukup pede kok untuk presentasi meski kadang suka tak punya ide sebrilian kabid saya dalam menghadiri meeting  -mungkin kurang jam tayang-, pergi di bulan puasa? hmm.. it’s fine, saya usahakan insya Allah kuat, tapi perkara pergi sendiri ke Jepang, dari Tokyo ke Niigata bermodal peta.. ini yang bikin keder, dag dig dug ga keruan..

Untungnya, saya menemukan bahwa partisipan STM ini adalah orang-orang yang pernah saya jumpai sebelumnya. Lega sekali ketika saya menemukan nama Sinia, sahabat M’sia teman satu training di tahun 2002. Kami berjanji bertemu di meeting point di Narita untuk berangkat bersama-sama menuju Niigata.  Kami mengandalkan Dr. Punsak dari Thailand yang cukup sering bolak-balik ke Niigata. Akhirnya setelah perjalanan sepanjang 4 jam dengan JR lalu disambung shinkansen kami tiba di tempat tujuan, terasa sangat melelahkan dalam kondisi puasa di musim panas.  Saya menemukan Niigata dalam versi yang sangat modern dibanding 8 tahun lalu, saya hampir-hampir tak mengenalinya.

Berhubung tujuan perjalanan ini untuk meeting, jadi tak ada jadwal untuk sekedar berjalan-jalan kecuali di sekitar stasiun. Semua jadwal disusun seefisien mungkin (jika tak bisa dibilang kejam). Satu hal yang menyenangkan, ternyata ada staf baru ACAP yang berasal dari Palestina. Saat welcome party, beliau mengajak saya untuk ikut berbuka puasa bersama komunitas muslim tetapi ternyata tak diijinkan oleh panitia. Jadi pudarlah harapan bersuasana ramadhan di Jepang. Cukup berat rasanya puasa kali itu, hampir 17 jam di hari pertama menahan lapar. Esoknya berkurang menjadi 15 jam. Itupun saya tak jadi sahur karena jam biologis membangunkan saya pada pukul 3 waktu indonesia. Cuma semangat saja yang membuat saya kuat bertahan, meski akhirnya di hari ketiga Allah memberi keringanan karena saya tidak boleh berpuasa.. alhamdulillah. Seperti fatamorgana, saya mendefinisikan mahluk-mahluk rupawan berseliweran di depan mata.. bodi ramping, baju rapi, mata sipit, hidung mancung, kulit putih, bibir merah tipis.. sebagai pelepas dahaga di suhu 35 derajat celcius 😀

Di Niigata pula, saya menemukan kesenangan berburu miruku ti (milk tea) berbagai merek. Saya juga cocok dengan makanan jepang seperti  sashimi, sushi,  onigiri,  ataupun sanbe (rice crackers),  kalap rasanya mencicipi satu persatu.  Saat para partisipan lain sedang diajak makan siang, saya berkesempatan untuk menyusuri kota Niigata diantar staf ACAP. Tadinya saya tak hendak belanja, tetapi ketika sampai di toko 100 yen, saya meminta Ms. Aoyagi untuk mencarikan bahan-bahan membuat udon, soba, takoyaki sehingga hampir menghabiskan lebih dari 2000 yen, hihi… Banyak yang sudah saya olah, tapi ada juga yang masih saya diamkan anteng .. awet selama hampir setahun :p

Iklan

2 thoughts on “Short trip : back to Niigata

  1. Halo… trims yah sudah mengunjungi Lompat-lompat! Waaah, berpengalaman ke Jepang ya. Bagi-bagi tips dan triknya dong 🙂 Rencananya Lompat-lompat baru Juni-Juli nanti ke sana, meski salah satu anggota sudah pernah ke Jepang sebelumnya.

    • Haii juga, iya..saya senang dengan cerita2 di blog anda, sangat informatif. Bepergian ke jepang adalah rejeki pekerjaan saya ..
      Tips-nya : peganglah peta dimanapun anda berada, petunjuk di peta maupun bandara/stasiun cukup jelas hanya saja bila berada di wilayah2 crowded, jangan sungkan bertanya pada petugas atau tourist information center, mereka sangat helpful. Tentu saja bila ada yang sudah berpengalaman akan lebih menyenangkan. Saya tunggu ceritanya ya… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s