Rawang and around

Setelah maju mundur berabad-abad (halah lebaywati) dan udah keduluan temen yang jalan kesana. Akhirnya saya memberanikan diri untuk melawat ke sahabat tercinta yang saya temui semasa kursus di Pathumthani. Pede ga pede pergi sendiri, dikipas-kipas.. masa ke Jepang berani sendiri, ke sini ngga? Akhirnya, hmmm.. perjalanan diawali dengan hari yang penuh delay dan panas yang amat sangat. Arid banget. Untunglah bahasanya hampir sama, jadi saya tak terlalu culun bangetlah. Akhirnya saya janjian dengan sahabat untuk menjemput di KL sentral  untuk menginap di rumahnya di Rawang, Selangor

Sebelumnya saya menginap di hotel sekitar KL sentral, di sebuah hotel kecil yang pemiliknya seorang keturunan India. Cukup mahal untuk fasilitas yang sangat minim. Kalo udah liat yang mahal-mahal, langsung deh saya kangen Indonesia. Bermodal peta, saya menyelusuri apa yang kami bisa temui di sepanjang jalur kereta. Sore menjelang malam, saya sempatnya pergi ke KLCC untuk menikmati pemandangan indah menjelang maghrib.

Esoknya ditemani Haslina, sang guide,  kami walk around KL. View point wajib, ya begitulah..bagus-bagus kok. Berhubung waktunya mepet banget jadi ga sempat pergi jauh-jauh. Dari KL Sentral, kami naik taksi menuju KL Tower. Karena baru pertama kali yang penting foto dan gaya model hot winter park.. beu, panasnya..hahaha.. Karena cepet merasa bosan, tadinya sehabis tiba di lantai paling atas dan mendengarkan informasi dari head set saya mau langsung turun lagi, tapi keburu dimarahin ama yang nraktir. Untung tiket masuknya dibayarin tuan rumah, aman deh puluhan RM.

Keesokannya bersama keluarga sang guide kami berkeliling kota naik mobil pribadi. Pasar seni, tasik, hibiscus garden dan sekitarnya, monumen perjuangan, serta kompleks putrajaya adalah tujuan selanjutnya. Kayaknya sih ibarat nganterin saya yang jadi kabayan saba kota, hehe. Seru tapi panas buanget. Tapi yang paling bikin keki sih, karena salah pake sendal dan makan nasi lemak everytime.. wadoow.. ampun! Untung malemnya diajak si abang cari makan resto ala malaysia. Ada menu siakap (sibas?) cendawan, kerapu mangga, tom yam.. oke lah, sedap. Alhamdulillah banget perut bisa menerima dengan sukses. Ditambah jalan-jalan kesana kemari for free dan 2 anak kecil yang lucu dan comel, dengan akrabnya langsung bermanja-manja.. auntie… Tamu dilarang protes, kalo ngedumel namanya tidak mensyukuri nikmat.

Serunya pas pulang pesawat delay hampir 9 jam dan kru airport nyaris diamuk massa, karena penumpang dicuekin begitu saja, hanya disogok  burger McD dan air mineral. Dari jadwal jam 8 malam, baru terbang keesokan harinya jam 5 subuh, OMG.. AA ngawur!  Yang paling mengesalkan adalah ketidakramahan petugas bandara disana, tak lupa tuduhan sebagai TKI yang diarahkan kepada diriku tak henti-henti, mengingat appearance udah amburadul gara-gara2 kecapean. Hohoho.. sungguh imigrasi yang arogan..

But anyway, makasih banyak buat Abang Arif, Lina, Hilman, dan Sara.. love u so much

re post MP 7 April 2009


Iklan

4 thoughts on “Rawang and around

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s