Cerita Umrah (IV)

Re post MP 3 Juli 2008 dengan titel Perjalanan-Selingan

Disangka TKW

Menjelang keberangkatan ke Yk, karena delay 3,5 jam akhirnya saya nekat lari sebentar untuk membuat kartu bukti  vaksin meningitis. Bersama seorang teman kami naik ojek dari term 1 ke RS Bandara dan minta ditunggu. Setelah selesai, bapak tukang ojek tadi berkomentar..”Udah  beres Neng? Yaa…deh, bapak doain semoga Neng dapet majikan yang baik di Arab sana..” ( Hehehe…)

 

Ayo menikah!!!

Saya tinggal satu kamar berempat dengan tante dan 2 teman perjalanannya yang masih lajang..karena kami seumur (tetep..saya lebih tua 1 tahun) otomatis gaya bicara dan kelakuan jadi mirip.. dan kalo ga tau mungkin juga saya dituduh lajang..hehe.. Di sana kami dipertemukan dengan bapak ibu baru yang menjadi mahrom tante saya..karena akrab, kami dianggap seperti anak sendiri..  Sambil makan di resto, biasanya kami berbincang berbagai hal..termasuk ditanya masalah status.. kebetulan pas saya masih di mesjid, teman2 mendadak mendapat ceramah gratis dan emosional dari seorang bapak mengenai kapan menikah…”Kalian sudah punya penghasilan, bisa  umrah atau jalan-jalan bareng, cantik-cantik..apa lagi yang ditunggu?” Kalau terlalu lama melajang..nilai kalian 10, lalu pria 7..yang 7 nggak akan bisa mengejar 10.. Pokoknya jangan sampai menikah di atas usia 30 tahun!!!…Heeppp…teman2 saling melirik..dan berkata dalam hati.. Bapak itu ga tau ya..kalo kita di atas 30…Dan salah satu tujuan ke sini juga.. adalah meminta jodoh

 

Hati-hati lisanmu

Selama di Mekkah, tante saya ditemui salah seorang temannya yang berprofesi sebagai wartawan dan muthawwif. Kami diajak untuk menikmati susu unta.. weits..petualangan kuliner nih. Lalu setelah ashar, kami menyusuri Mekkah menuju area jalan lama menuju Jeddah, ke daerah Umm Muljud (semoga ga salah tulis). Sepanjang perjalanan, karena telah keluar dari tanah Haram, pembicaraan jadi melantur ga keruan khas anak muda Jakartadisertai dengan candaan ngawur.. Karena mobil mazda kami berisi 4 perempuan dan 1 lelaki, otomatis setiap mobil yang berpapasan langsung melihat heran.. kami santai saja. Setelah selesai menikmati susu unta, mobil berencana untuk memutar arah pulang..tapi ternyata ban depannya masuk ke pasir gurun cukup dalam dan ga mungkin berubah posisi jika tidak ada kendaraan yang menarik.. cukup lama juga, dan kami jadi agak panik dan introspeksi.. astagfirullah, ternyata memang tadi sempat berseloroh akan menginap di gurun dan liften kalo ditinggal di gurun.. Tapi alhamdulillah, ada mobil Landrover yang kebetulan melintas dan mampu menarik mobil dari pasir gurun.. untunglah..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s