Cerita Umrah (III)

Re post MP 2 Juli 2008 dengan titel Perjalanan- Sangkaan

Alasan mengapa menuliskan kejadian-kejadian ini, karena saya meyakini bahwa apapun yang kita sangkakan pada apapun atau siapapun harus bersifat positif , terutama saat-saat beribadah di tanah suci. Menjadi sebuah pembelajaran.

  • Teman sekamar saya yang dijuluki miss higienis.. saking pengen bersih dan gak mau kena bau.. ngebatin dalam hati ketika thawaf.. dengan banyaknya lelaki  kulit hitam maupun lelaki arab yang berbadan tinggi besar di sekitar kita..dia menyangka bahwa mukenanya akan bau keringat lalu harus dicuci.. dan ternyata, setelah itu dia benar-benar mencuci mukenanya karena bau keringat

 

  • Teman saya satu lagi merasa tidak tahan kalau harus duduk atau shalat bersebelahan dengan ibu-ibu Arab..dan walhasil, sepanjang  shalat di mesjid dia selalu bersebelahan dengan orang-orang tersebut

 

  • Di Multazam, setelah selesai berdoa dan menenangkan diri.. tiba-tiba saya merasa terganggu dengan kehadiran seorang anak lelaki 4 th yang terlihat sangat hiperaktif.. jadi sontak saya ngebatin ..’ya ampun, anak ini bandel banget sih’.. Tak lama setelah itu, tiba-tiba saya merasa terkena cipratan air ludah yang ternyata memang dia sembur-semburkan kemana-mana…waduhhh..akhirnya saya tatap dengan tajam sambil bilang ..hei, jangan!!, lalu saya pergi..ya..kena deh!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s