Cerita Umrah (I)

Re post MP  1 Juli 2008 dengan titel Perjalanan – apa yang diperoleh

Melangkah ke Tanah Suci memang membutuhkan persiapan yang luar biasa kalau ingin dapat sesuatu yang sensasional..bukan cuma sekedar mengepak barang dan menghapalkan doa..tapi juga batin yang harus ditata.. Tapi kebanyakan orang justru melangkah dengan perasaan gundah dengan pengharapan bahwa begitu tiba di tempat, masalah akan terselesaikan secara instan..nyatanya tidak seperti itu, butuh banyak proses..

Pasti perasaan takjub dan haru akan muncul di benak kita saat pertama kali tiba disana.. saya terpana melihat keagungan dan kemegahan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Betapa kecil dan tak berartinya kita saat menatap Ka’bah.. betapa lemahnya kita saat menapak tilas perjalanan Rasul dari Mekkah ke Madinah. Betapa mulia tempat-tempat mustajab untuk berdoa..Multazam, Hijr Ismail, Raudhatul jannah…semoga segala doa untuk kebaikan kita di dunia akhirat dikabulkan Allah..amien. Saya mengharap punya pengalaman spiritual yang bermakna, walaupun nyatanya masih terganggu dengan masalah umum setiap insan.. Dengan penampakan yang telihat tidak elok karena terlalu banyak menangis..saya mencoba mengikhlaskan banyak hal walaupun terasa masih tidak berkenan dengan keinginan hati yang terbawa nafsu… Ketika benar-benar dikonek ke tower receiver Allah.. sepertinya ringan dan lebih lega. Saya sangat ingin bahwa perasaan ini bisa long lasting..

Seperti lazimnya skedul umrah..kami melangkah dari Jeddah ke Madinah lalu Mekkah dan kembali ke Jeddah. Masjid Nabawi dan sekitarnya menjadi tujuan utama sebelum menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan 2x umrah..Dengan tambahan mengunjungi tempat-tempat bersejarah..lelah dan panas terik yang amat sangat, ditambah dengan kaki kanan yang bermasalah sejak awal..terasa tak berarti.. karena sesungguhnya saya ingin perjalanan ini bermakna mendalam untuk kehidupan saya dan orang-orang yang saya sayangi.. Sehingga makna itu menjadi hanya milik saya dan tak mudah saya share karena kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya..

Saya sangat berharap bahwa dahulu saat Nabi Ibrahim menyeru seluruh umat manusia yang telah ada di dunia maupun alam ruh untuk datang ke Baitullah.. saya menjawab Labbaik tidak hanya sekali..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s