Bangkok sesi 2

Perjalanan ke Bangkok kali ini  tanpa embel-embel efek training. Jika dulu saya mendarat di Don Muang, kali ini di Svarnabhumi yang  sangat modern dan terlihat cantik di malam hari. Bermodal tiket AA yang lumayan murah, meski akhirnya request  ijin kepada bos rumah 5 hari yang diapproved hanya 3 hari menyebabkan saya bersedekah pada AA karena tiket menjadi hangus. Tujuan saya mengunjungi kolega yang sedang melanjutkan kuliah master di Chulaborn Reasearch Institute sekaligus minta diguide untuk berjalan-jalan sekitar Bangkok. Meski akhirnya saya diajak ke tempat-tempat yang sebelumnya pernah saya kunjungi seperti Chatuchak dan Phratu Nam, tapi kali ini menyenangkan karena lebih merakyat -merasakan naik turun transportasi umum- .  Kami juga menyempatkan diri tur mandiri berombongan ke Pattaya dan menyeberangi Koh Larn..

Oh, ya ada kejadian lucu.. menjelang pulang  saya terpikat dengan durian monthong seharga Rp 24rb dan berniat untuk membawanya ke Indonesia, namun akibat packing seadanya, bau menyengat itu tercium oleh petugas bandara. Durian idaman tidak diperkenankan ikut terbang, sehingga saya berikan pada teman yang mengantar. Tetapi ternyata, dalam perjalanan pulang dengan bus pun, dia ditegur oleh sang kondektur -biasanya orang yang membawa ikan laut atau durian harus turun dari bus-. Tapi teman saya saat itu belum begitu mengerti bahasa Thai, sehingga oleh sang kondektur diperkenankan tetap ada di bus hanya saja duriannya harus terbungkus rapi supaya baunya tidak menyebar kemana-mana… 😀

Dulu saya menggambarkan perjalanan ini seperti di bawah ini..

“Setelah diijinkan untuk bisa pergi sendiri…karena berbagai alasan.. akhirnya saya melangkahkan kaki bermil-mil untuk pergi ke suatu tempat.. Memang rasanya menyenangkan bertemu salah satu sahabat terbaik dalam hidup..kami bertukar cerita sambil merasa kelelahan menunggu di bandara sampai tengah malam menanti teman lain..  Saya ikut bangga dengan prestasinya yang bisa dibilang memuaskan untuk kategori orang yang tadinya tidak tau apa-apa tapi akhirnya mampu membalap rekan lainnya..alhamdulillah

Perjalanan ini mungkin memang untuk having fun, walaupun sebenarnya diniatkan untuk mencari informasi tentang bagaimana kehidupan di tempat lain..yang nyatanya cukup berat untuk kapasitas seorang saya.. Karena fun itulah, pikiran saya menjadi sangat ringan.. tidak ada beban.. walaupun akhirnya begitu pulang sampai ke rumah, rasa sakit karena kelelahan mendera amat sangat.. Saya sangat senang bisa kembali lagi ke tempat itu.. dengan memori yang ternyata masih membekas, cukup membahagiakan.. tapi di sisi lain, saya sempat mengecewakan seorang teman jauh karena tak memenuhi janji untuk bertemu dengannya ..sampai dia pulang ke negaranya

Pada kesempatan lain, sendiri sejenak.. seharusnya  saya jadikan salah satu sarana untuk bisa lebih mendekat pada Yang Kuasa, mengadu atas segala permasalahan yang ada.. menangis, merintih, menyesali, meminta, memohon ampun atas apa yang telah dilakukan.. semoga saja insya Allah besok bisa saya lakukan.. demi menjadi orang yang lebih baik ” ( dalam Sendiri Sejenak, 12 Juni 2008, re-post MP)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s