Ke negara tetangga, Gajah Putih

Salah satu keuntungan seseorang mendalami subjek tertentu di tempat kerja adalah, kita berkesempatan untuk mengikuti training ataupun meeting yang berhubungan dengan subjek tersebut. Berhubung sejak masuk pertama kali saya dicecoki oleh pekerjaan mengenai deposisi asam .. *notabene sampai sekarang saya merasa ilmu saya ga nambah-nambah* yang bersifat global, maka terbukalah kesempatan saya untuk menimba pengetahuan plus bonus jalan-jalan .. 😀

Di  pertengahan Januari 2005 saya dapat kesempatan pergi ke Thailand. Negeri tetangga yang jauh lebih maju dari Indonesia. Meskipun hanya berlangsung 12 hari, tapi cukuplah hal itu sebagai prolog buat saya. Kursus kami berlangsung di ERTC, kawasan riset Klong Luang, Pathumthani sekitar 1 jam dari Bangkok. Para pengajar berasal dari ADORC yang berpusat di Niigata,  PCD, ERTC, dan beberapa doktor dari universitas di Thailand.

Saya amat terkesan dengan sesi lecture yang disampaikan oleh Kepala PCD Thailand, Dr. Supat Wangwongwattana *hmm..masih inget namanya kan? * yang terasa sangat inspiratif, menggugah, penuh pengetahuan, lancar dalam bahasa Inggris, dan tidak membuat ngantuk.. :p. Sesi berikutnya disampaikan oleh doktor muda lulusan Australia yang tak terlihat pintar sama sekali- masih muda-gondrong- ga ganteng..hihi.. sori pi Sarawut-dan cerewet, tapi ternyata beliau adalah salah satu course leader kami. Berhubung saya sudah terbiasa dengan materi training kali ini, jadi saya sudah ‘hapal’ jalan ceritanya. Sesekali saya mencermati betapa seriusnya orang Thailand dalam melakukan riset yang didukung oleh fasilitas canggih..  Hebaat!! malu rasanya jika dibandingkan dengan institusi kami.

Setiap sore setelah kelas selesai di Pathumthani, hampir tiap hari diajak ke Future Park, karena itulah satu-satunya mall terdekat. Baru di akhir minggu kami  diberi kesempatan untuk berjalan-jalan di sekitar Bangkok, mengunjungi Grand Palace, berbelanja di pasar Chatuchak sampai gempor :D, pergi ke Vajiralongkorn Dam, menikmati sisa peninggalan perang dunia ke II di Kanchanaburi, dan banyak lagi. Dari sinilah saya akhirnya berteman dekat dengan trainee asal Malaysia yang nantinya selalu menjadi tempat tumpangan saya ketika singgah di KL, dan juga para guide saya yang berasal dari Kamboja. Berhubung waktu itu saya sedang hamil 4,5 bulan.. maka merekalah yang sibuk membantu saya kemana-mana bahkan  membawakan koper saya sampai di ruang check in…duh senangnya 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s