Site Visit : Jalan-jalan gratisan Kyoto, Nara & sekitar Kobe

Sebagaimana jadwal training lainnya, site visit adalah salah satu ajang “jalan-jalan gratisan” kami mengunjungi kota-kota sekitar. Skedul telah dipersiapkan secara matang oleh para sensei jauh-jauh hari. Untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan praktikum, kami mengunjungi Kobe Arboretum dan Ikuno Dam dengan agenda sampling pastinya, setelah itu biasanya kami diajak mengunjungi tempat wisata di daerah yang berdekatan.. museum tambang dan sekitarnya.. *ups.. saya lupa*

Semasa di OSIC, kami berkesempatan mengunjungi kota wisata yang cantik Kyoto dan Nara dengan menggunakan bis carteran. Obyek wisata yang kami datangi tentu saja Kinkaku-ji (Golden Temple) di Kyoto yang terlihat sangat indah di musim gugur.  Kinkakuji (金閣寺 Kuil Paviliun Emas?) adalah nama umum untuk Rokuonji (鹿苑寺 Kuil Taman Rusa?) merupakan sebuah kuil di KyotoJepang. Bangunan ini dibangun pada tahun 1397 sebagai vila peristirahatan bagi shogun Ashikaga Yoshimitsu. Anaknya kemudian mengubah bangunan tersebut menjadi kuil Zen dari sekolah Rinzai. Kuil tersebut kemudian terbakar beberapa kali dalam masa Perang Onin.

Tempat yang terkenal dari kuil itu adalah Paviliun Emas (金閣 kinkaku?) di dalam tamannya. Keseluruhan paviliun kecuali bagian lantai dasar ditutupi dengan lembaran tipis emas murni, menjadikan kuil itu sangat berharga. Pada atap kuil terdapat fenghuang emas atau “burung phoenix” (鳳凰 hôô). Tahun 1950, kuil tersebut terbakar oleh ulah seorang biksu yang menderita gangguan mental. (sumber : wikipedia)

Setelah itu kami mengunjungi Todai-ji yang di dalamnya terdapat patung Buddha yang sangat besar. Tōdai-ji (東大寺?) adalah kuil Buddha yang terletak di kota NaraJepang. Letaknya di timur laut Taman Nara, dan merupakan kuil utama sekteKegon. Kuil ini didirikan abad ke-8 (zaman Nara) oleh Kaisar ShōmuGohonzon berupa Buddha Wairocana yang dikenal sebagai Nara Daibutsu(Buddha Besar dari Nara). Perintis kuil adalah biksu bernama Rōben.  Nama lain Tōdai-ji adalah Konkōmyō shitennō gokuku no tera (金光明四天王護国之寺?). Kuil ini disebut Tōdai-ji (translasi literal: “kuil besar timur”) karena terletak di timur ibu kota Heijō-kyō. Tōdai-ji bersama dengan 7 lokasi lain yang disebut Bangunan bersejarah di kota lama Naramerupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pada zaman Nara, kuil ini dibangun sebagai kuil berskala besar. Selain bangunan utama (Kon-dō atau Daibutsuden) yang berisi Daibutsu, di sebelah timur dan barat didirikan pagoda 7 tingkat yang diperkirakan tingginya 100 meter. Namun sejak zaman Heian, sebagian besar bangunan sudah habis terbakar sebanyak dua kali akibat perang. Bangunan yang tersisa dari zaman Nara hanya sebagian dari bagian alas Daibutsu. Bangunan utama (Daibutsuden) yang ada sekarang dibangun pada awal abad ke-18 (zaman Edo). Bangunan utama yang ada sekarang lebarnya hanya 66% dibandingkan bangunan aslinya di zaman Nara. Di masa pemerintahan Kaisar Shōmu, Tōdai-ji menjadi kuil pusat bagi lebih dari 60kuil provinsi (kokubunji) di seluruh Jepang (sumber : wikipedia)

Hanya saja waktu itu Todai-ji under renovation untuk keperluan acara keagamaan. Kami berkeliling temple dipandu oleh seorang biksu (saat itu masih muda), fasih berbahasa inggris, jangkung dan tampan, hehe… Suasana di Todai-ji terasa agak mistis bagi saya, karena kami sempat melewati kerumunan orang yang sedang sembahyang. Seorang pendeta tiba-tiba menyelipkan secarik kertas bertuliskan huruf kanji pada saya, yang nantinya diterjemahkan oleh koordinator kami.. sebagai kertas jimat. Tanpa sadar, kertas itu terbawa sampai center dan berefek malamnya saya bermimpi, didekati oleh mahluk hitam yang luar biasa besar dan menyeramkan… *mungkin tak ada hubungannya juga, mungkin saja saya lupa baca doa sebelum tidur*. Tapi ternyata teman muslim saya yang berasal dari Malaysia juga mengalami peristiwa nyaris serupa.. wallahu a’lam…

Saya sangat mengagumi  dua kota tua yang sangat cantik tersebut. Objek wisata Jepang yang utama pastinya temple dan shrine, saya terus terang kesulitan mengingat tempat-tempat tersebut karena sudah berlangsung 8 tahun yang lalu. Hanya saja, pengalaman inilah yang paling berkesan untuk saya. Maklum, pertama kali…  🙂

Setelah berada di HIC, kamipun kembali mengunjungi Kyoto dan Nara, hanya saja tidak bertujuan untuk jalan-jalan semata. Seperti petuah sensei bahwa kami diundang datang ke Jepang untuk belajar, waktu di Nara kami habiskan di University of  Nara untuk mengikuti lecture dari guru besar setempat, terutama berkaitan dengan efek deposisi asam terhadap benda purbakala…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s