1st journey – yokoso japan

Alhamdulillah..setelah 4 tahun jadi pegawai, pada oktober 2002 akhirnya saya punya kesempatan melangkahkan kaki ke negeri jauh.. pergi sendiri untuk belajar.  Semuanya serba pertama kali, pertama punya paspor biru, pertama naik pesawat.. hihi (selama kerja selalu kebagian jatah jaga kandang terus sih.. hiks), pertama ke luar negeri, ninggalin si kecil lumayan lama..  karena itu sebelum hari H saya pelajari semua trik dan tata cara penerbangan dari referensi buku yang ada *saking ga pengen salah*.  Kenshu kosu wa higashi asia sanseu monitaringu netuwaku desu (semoga gak salah nulis…), berhubungan dengan masalah monitoring deposisi asam di Asia Tenggara

Berhubung baru pertama kali mau terbang, saya sempat deg-degan ga keruan.. kebayang banget noraknya wong ndeso ini bakalan bersinggungan dengan imigrasi dan bandara. Belum lagi disibukkan dengan bagasi saya yang beratnya hampir 40 kg,  udah ga inget waktu itu bawa apa aja ya.. makanan dari yang kecil ampe yang berat, juga teh kotak 🙂 karena takut kangen ama indonesia. Saya sampe kerepotan ngangkat tas dan ga ada yang nolongin .. hiks. Tapi untunglah keparnoan saya dengan imigrasi akhirnya bisa diatasi, karena dokumen sudah dilengkapi. Tinggal menunggu waktunya pesawat JAL take off jam 23.30 malam.  Sendiri lagi.. ga ada yang bisa diajak ngobrol *tengaktengokmodeON*

Tak lama kemudian ada seorang wanita muda yang menyapa saya, lalu kami bicara banyak. Ternyata ini juga merupakan pengalaman pertamanya pergi ke Jepang, tapi yang membedakannya, dia mahasiswi sastra Jepang yang akan melanjutkan studi di Kochi, pulau Shikoku.  Syukurlah, ada yang bisa diandalkan untuk konversasi begitu sampai di bandara hehe… Oh, ya di pesawat saya juga sempet norak karena waktu disodori nampan makanan, saya cuma ambil satu piring kecil aja.. karena saya pikir saya makannya sedikit dan ga tau kalo harus diambil semua, hihi..  untung pramugarinya sabar.  Penerbangan berlangsung lancar karena kami bisa tidur nyenyak dan pagi waktu setempat, kami yang tiba dengan muka kucel  terkagum-kagum melihat keindahan bandara Osaka yang belum lama dioperasikan. Selesai urusan imigrasi dan bagasi akhirnya tak lama kemudian kami berpisah, karena teman baru saya harus melanjutkan flightnya menuju Kochi. Sementara saya harus mengikuti petunjuk yang dikirimkan via imel.. mencari counter JICA dan berangkat menuju OSIC untuk belajar Nihon go selama 2 minggu. Nantinya kami akan pindah ke Kobe untuk mendalami kerja laboratorium di sana ..  Perjalanan saya akan dimulai dari Osaka – Kobe (dan sekitarnya) – Kyoto – Nara – Niigata – Tokyo – Tsukuba – Kobe, total selama 10 minggu.

Yokoso Japan

*nb. pict di atas saya unduh dari blog tante rina yang dulu masih mukim di jepun,  sempet ketemuan di shinjuku… tq ya say…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s