Hobi (musiman) baru

Euleuh.. kenapa setting WP jadi gini ya? Hayoo.. sejak kapan berubahnya?…. *ketauan udah berapa bulan ngga buka blog*

Hari ini saya mau menyapa teman-teman lama yang belum sempat dikunjungi satu per satu. Keingetan sih, siapa-siapanya.. tapi rasanya masih susah mengumpulkan nyawa untuk berhaha..hihi. Entahlah, rasanya mood ngeblog saya menguap sampai stratosfer.

Menjelang bulan keempat kembali ke habitat kalau di rumah sih tidak masalah, tapi kalau urusan pekerjaan rasanya masih banyak yang maju mundur karena tanggung datang di pertengahan tahun. Jadi ya.. dinikmati saja. Kadang suka berasa gimana gituu…

Untuk mengurangi gundah gulana, saya punya mainan baru.. cita-cita saya untuk menekuni dunia menjahit akhirnya terlaksana dengan pembelian mesin jahit portabel yang baru seminggu kemarin tiba di rumah. Setelah hampir sebulan penuh membaca berbagai ulasan tentang dunia perjahitan, masuk komunitas ibu-ibu yang senang menjahit, mengunduh pola ini itu, heboh beli peralatan jahit, heboh berburu kain online gara-gara malas ke pasar *asli kalap banget*, akhirnya pilihan saya jatuh pada Janome NS7322. Pengennya sih yang lebih wow tapi sebagaimana pemulanya, saya cuma bisa jahit lurus yang seringnya berakhir miring sana-sini.. ihiks

Meski sudah diwanti-wanti, keinginan menggebu itu akan bertahan seberapa lama terjawab sudah. Semasa sang teknisi mengajari saya mengoperasikan MJP tersebut, saya langsung jadi murid pandai. Lancar. Satu jam kemudian, mendadak saya lupa cara memasang benang otomatis, sampai sekarang. Sudah mengutak-atik manual tetap saja nihil. Walhasil, fasilitas yang paling diperlukan oleh mata tua ini terhambat. Sampai sekarang saya masih memasukkan benang secara manual *tepokjidat* Masalah rupanya tak hanya itu saja, ketika fasilitas membuat lubang kancing diperlukan mendadak tak berhasil dengan sempurna dan berakhir dengan acak-acakan. Belum lagi perkara membuat pola ini itu, benang yang kusut, kebanyakan membungkuk.. akhirnya membuat semangat saya menjadi terkikis sedikit demi sedikit. Yang membuat bisa tersenyum adalah, ketika piyama perdana untuk si kecil berhasil dieksekusi, meski jahitannya jauh dari kata rapi. *maap, ini lagi males aplot foto*. MInimal sebuah tantangan ini berhasil saya lewati di sela-sela pulang dari kantor.

Tapi ya gitu deh.. mengetahui bahwa menjahit itu butuh ketekunan yang luar biasa, saya malah lebih giat browsing gambar baju dan pola ketimbang latihan menginjak dinamo, hihi… Lebih asyiiik.