Berkaryalah.. dengan atau tanpa gelar sarjana

Setelah kehabisan ide karena sudah banyak yang memberikan review tentang postingan cinta 2 negara, perlahan-lahan saya bergeser pada kategori postingan favorit yang paling inspiratif. Sebetulnya pengalaman naik haji selama menjadi TKW sangat berkesan karena sifatnya sangat spiritual. Tapi karena ingin berbeda, dan ga mau tuturut munding akhirnya saya malah terkesima dengan cerita yang ini.

Oh.. iya katanya sih ga harus bikin review, cuma suruh menulis alasannya saja. Asiiik.. hihi

Berkarya tanpa gelar sarjana. Kisah di atas memang benar-benar merefleksikan bahwa karya itu berupa hasil nyata bukan hanya sekedar kata. Selayaknya setiap orang harus mampu berkarya meski tanpa embel-embel gelar di belakang namanya. Memang tak dapat dipungkiri bahwa titel akan menaikkan “derajat” eksistensi seseorang. Namun apa artinya, jika rentetan gelar itu hanya memperpanjang rangkaian penulisan namanya saja. Tidak disertai dengan bukti nyata kecerdasan dan pengabdian. Apalagi jika semata hanya memenuhi keinginan pribadi dengan menghalalkan segala cara. Nol besar.

Tarry menuliskan : “Orang selalu mengandalkan pendidikan sebagai patokan untuk mendapatkan kesuksesan. Bahkan cenderung, hanya yang punya gelar sarjana yang bisa mendapatkan posisi wah di sebuah perusahaan. Kalaupun ada orang tanpa gelar bisa mendapatkannya, mungkin hanya sebagian kecil saja karena faktor keberuntungan dan kecerdasan pastinya. Jangankan yang tanpa gelar, yang punya gelar pun kadang hanya bisa jadi pegawai rendahan. Mungkin inilah salah satu faktor kenapa banyak yang milih kerja di luar negeri.”

Benarkah?

Mungkin 90% pendapatnya benar, karena sisanya sudah bertebaran di luar sana untuk bisa berkarya dan dihargai tanpa melihat latar belakang yang dimiliki. Salut! By the way, salah satu “yang punya gelar pun kadang hanya bisa jadi pegawai rendahan” itu termasuk saya lho. Sebenernya sih ga rendah-rendah amat, tapi ga punya jabatan aja. :) Masih betah jadi kroco. Halaah.. bangga?

Saya mengagumi perjuangan para tenaga kerja Indonesia yang berjuang di negeri orang. Baik yang tanpa, apalagi yang dengan gelar sarjana, master, doktor, atau profesor. Pastinya mereka berniat untuk memperbaiki kehidupannya. Entah semata-mata karena keinginan pribadi, atau karena kemampuannya bisa memenuhi persyaratan, ingin membuka lowongan pekerjaan bagi yang lain, ingin mengaplikasikan ilmu yang dimiliki, dihina-dina oleh orang sekitarnya, tergiur bujuk rayu oknum calo, atau apapun alasannya. Mereka hebat karena tidak semua orang bisa punya kesempatan seperti itu. Dan meskipun banyak yang punya kesempatan bekerja di luar negeri, namun belum tentu nasibnya seberuntung orang-orang yang diceritakan di blognya.

Tak ada alasan untuk bisa memandang tinggi rendah seseorang berdasarkan apapun, selain dari ukuran sentimeternya *huss, serius dong!*. Salah satu cerita arogansi karena jugde the book by it’s cover bisa disimak di sini, persinggungan saya dengan mereka ada di sini, dan suka duka sahabat saya selama menjalani kehidupannya sebagai TKI bisa diintip di sini. Lumayan, bisa menambah wacana.

Tetap berkarya positif ya.. dengan media apapun, dengan atau tanpa gelar sarjana supaya hidup kita bisa lebih berarti. Minimal untuk diri sendiri dan orang-orang terdekat! *sambil menyemangati diri*

=============================================================================================

“Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY “CINTA ANTARA 2 NEGARA” yang diadakan oleh Tarry KittyHolic”

Tulisan Berikutnya
Tinggalkan Komentar

53 Komentar

  1. padahal review love story hadiahnya lbh bnyk dan postingan yg makin bnyk pemilihnya jg ada hadiahnya lho. . . Hehe.
    Trimakasih partisipasinya mbak hilsya

    Balas
  2. setuju,..seenam,…sedelapan..:D
    hidup Karya!..apapun sekolahmu,..baktikan diri untuk negeri :)

    Balas
    • kirain mo ngajak senam, jeng? hehe…

      iya pengen bisa berkarya nyata, bukan cuma ngomong aja..

      Balas
  3. IYa, Mba Hilsya…
    Klo di Indo msih bykan yg px gelar yg dapat kerjaan yang WAH…
    Kykx yg namax gak pke GELAR itu masih diunderstimate kali ya…

    Balas
    • bangeeet… sama-sama punya NIP aja dibedakan dengan jelas.. kayak ada kastanya gitu *curcol*

      Balas
  4. wah, udah pada posting kontesnya mbak Tarry ya .. diriku belonnn …

    Apalagi aku bu, pendidikan ngga tinggi, bukan wanita karir pula …
    Tapi tetep bangga kok jadi ibu rumah tangga .. :)

    Balas
  5. Wah keren… ternyata gelar sarjana tak menjamin kesuksesan ya..?
    Semoga berhasil memenangkan giveawaynya ya..?

    Balas
  6. Gelar tidak merubah segalanya, saya pribadi kalau menulis nama tanpa mengikut sertakan gelar. Semoga sukses ya.

    Balas
  7. semoga menang giveaway-nya ya….
    oia, selain untuk modal dalam mencari pekerjaan, gelar sarjana juga untuk modal dalam mencari calon pasangan hidup loh. meski calon kita gak keberatan dengan status kita yang mungkin non-sarjana, tapi CALON MERTUA yang seringnya keberatan.

    karena yah, gimana ya…. masyarakat kita emang masih title-minded kali ya?

    Balas
    • hehehe… untung dulu aku ga ditanya gitu ya…
      iya masih pada title minded

      Balas
    • bener banget
      bahkan kalau mau jujur
      banyak yang mencari ijasah untuk modal mencari pasangan hidup
      biasalah, pencapaian degree tertentu masih dianggap sebagai sesuatu yang prestisius,
      terlepas entah attitude orangnya bagaimana, pokoknya sarjana dulu deh hehehe

      Balas
  8. sip sip.betul betul itu bunda..berkarya untuk diri sendiri, untuk bangsa dan negara, untuk keluarga dan agama nggak kenal namanya sarjana atau bukan, tergantung semangat dan tekad…apa gunanya sarjana tapi nggak mau berkarya??? la iyo tho…banyak direktur yang bukan sarjana…pola pikir dan juga kemauan untuk maju dan berkarya itulah kuncinya..contohe “steve jobs” dia bukan sarjana nyatanya CEO Apple hehehe..walah walah mbalek meneh mbahas itu…:)

    Balas
  9. “Tetap berkarya positif ya.. dengan media apapun, dengan atau tanpa gelar sarjana supaya hidup kita bisa lebih berarti. Minimal untuk diri sendiri dan orang-orang terdekat! *sambil menyemangati diri*”

    semangat ya ;)
    *puk-puk*

    Balas
  10. karena berkarya dengan sepenuh hati akan menghasilkan karya yang tidak asal-asalan. lihat Steve Jobs sebagai contoh. ;)

    Balas
  11. emng bener adanya kalo gelar itu hanya perantara tu meraih kesuksesan sisanya kegigihan dan keberuntungan yg berlaku,,jd siapapun itu walau pun tanpa gelar yg memadai,, tapi kegigihannya + di tambah keberuntungannya bisa sj seseorg itu menjadi manusia yg berhasil,,,selamat pagi

    Balas
  12. Bahkan dikeluarga aku yg sukses menjadi pengusaha kaya itu orang yg memukai usahanya dari sejak lukus sma mbak.. ya otomatis dia gak sarjana kan yak.. dan yang sarjana kayak aku ya masih staf biasa aja di akntor.. hahaha

    Balas
  13. Gelar kayaknya gak ngejamin deh mba Hilsya…
    Mungkin cuma sekedar formalitas aja….
    Yang jadi masalah adalah…karena setiap ngelamar kerja kita harus bikin CV yang isinya mencantumkan gelar…kalo bikin CV yang mencantumkan nama nama mantan kan lebih seru ya mba…hihihi…

    Balas
    • qeqeqeqe…
      okeh eike sebutin atu-atu ye..
      Bae Yong Jun , Lee Dong Gun, Kwon Sang Woo… hihihi..keliatan kan generasi sebenarnya tahun berapa?

      Balas
  14. O iya…semoga sukses ngontesnya ya mbaaaa :)

    Balas
  15. inspiratif skali,,,, saya dulu punya buku yg judulnya kurang lebih kalau ga salah “Meraih sukses tanpa gelar” atau apa yah,, lupaaa, dan skarang bukunya juga entah kemana… hihihi
    Saya jdi termotivasi dengan hal tersebut,,,
    tapi pada intinya sih, adanya kemauan keras pada diri untuk berkarya.

    Balas
  16. Setuju mbak… Gelar bukan tolak ukur kesuksesan seseorang… Tp msh bnyk org yg mengejar titel demi kebanggaan, bukan ilmunya… Sayang ya…
    Padahal aku pernah ngelamar kerja di sebuah perusahaan, bosnya tamatan SMU… ^_^
    Bnyk yg spt ini ya mbak.. ^_^

    Balas
  17. Ini salah satu posting favorite ku juga Mbak di BLOG Mbak Tarry, sucses ya ikutan kontesnya ;)

    *Ppsssttt, aku juga baru tahu Mbak kalau untuk kategori 2 diundi, hehe…

    Balas
  18. semoga sukses di giveaway nya Tarry , ya Hilsya
    disini masih title minded ya Hilsya.
    walaupun pendidikan memang sangat perlu ,bukan berarti yg tdk punya gelar lantas saja dianggap tidak mempunyai skill apapun :(
    seringkali kita justru banyak mendapat pembelajaran dr orang2 yg tdk bergelar :)
    salam

    Balas
  19. Itulah alasan mengapa saya lebih memilih untuk berkarya sebagai seorang pengusahan. Bukan pegawai kantoran ataupun instasi pemerintahan :D

    Balas
  20. hehe..bisa lihat orang madura, perihal kesuksesan tanpa sekolah, hehe

    Balas
  21. weeesss, dhe belum ikutan yang ini mbak, padahal udah bikin draft nya, cuma masih kacau tulisannya belum layak posting.. :D

    berkarya mah hak individu, asalkan mereka mau berusaha dan mencoba plus jangan pantang menyerah.. insya Allah sukses dah, dengan ataupun tanpa gelar sarjana.. setuju mbak??

    Balas
  22. Hihihihi…jd inget Teh, waktu bikin kartu undangan dulu, mamahku ngomel2 gara2 kita ga nulis si gelar yg suma seuprit ituh hahahaha… kadang masyarakat sekitar sih ya yang mempermasalahkan..

    Gudlak ah ngontesnya, sayah mah blm bikin :(

    Balas
  23. Setuju, mbak! Sarjana kan hanya pencapaian suatu tujuan, yaitu bergelar sarjana. Kalo berkarya lebih ke bagaimana kita mewujudkan ide kita menjadi suatu yang nyata.

    Balas
  24. Setuju sekali, bahwa untuk berkarya tidak ditentukan dengan gelar atau titel tertentu. Namun kalau untuk mendapatkan pekerjaan kantoran dan duduk manis itu mutlak diperlukan karena sistem yang berlaku di Indonesia masih mensyaratkan hal itu.

    Balas
  25. Asal ada kemauan. :cry:

    Balas
  26. Setuju Hilsya, berkarya itu tidak pernah memiliki batasan, sepanjang ada niat dan semangat…teruslah berkarya…! :)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.