Kuliner seru Palangkaraya

Mumpung belum masuk bulan puasa, rasanya masih sah-sah aja kalo aplot gambar-gambar makanan, hehe.. Yuk, kita bahas wisata kuliner di Palangkaraya (masih bersambung lho ya?)

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, kuliner Palangkaraya banyak didominasi masakan khas Jawa Timur. Yang namanya warung  seafood, ayam goreng/bakar, rawon, pecel, soto lamongan, bakso pentol malang banyak ditemui sepanjang jalan. Selain itu kuliner Banjar juga banyak ditemui, misalnya ketupat kandangan atau soto banjar. Pusat jajanan (warung tenda) yang paling ramai terletak di jalan Yos Sudarso, dibuka mulai jam 5 sore.

Makanan khas Kalimantan Tengah ini umumnya adalah ikan sungai. Mengintip postingan Allisa di sini, persis seperti apa yang baru saja saya temui sehari-hari sepanjang berada di Palangka. Ikan patin banyak diolah sebagai makanan utama. Jenisnya ada dua, ikan patin tambak dan ikan patin sungai. Sebagai orang yang ga terlalu doyan ikan dan ga pernah makan ikan patin kalo berada di pulau Jawa, saya jamin ikan patin sungai itu endang s. taurina banget.

Makan siang kami  di hari pertama setelah terlunta-lunta tidak mendapatkan kamar hotel adalah warung pinggir jalan di jalan Tjilik Riwut. Pilhannya nasi soto ayam dan nasi rawon, lumayan untuk mengganjal perut yang lapar dan badan yang lelah. Malam harinya kami berburu warung makan di area pasar dan sepanjang jalan A. Yani. Akhirnya memutuskan untuk masuk ke warung ikan bakar asal nemu di area pasar karena sudah keburu capek. Menunya ikan baung dan ikan lais bakar. Ikan baung itu sejenis ikan lele dengan moncong pipih, bentuknya sperti ikan biasa, dagingnya lunak, solid,  dan tebal. Sementara ikan lais bentuknya memanjang. Menurut beberapa orang, lais lebih enak dibanding ikan baung. Tergantung selera. Oh, iya gara-gara ikan baungnya terlalu gempal, maka proses pembakaran ikan di warung yang service-nya minim itu berlangsung selama 40 menit saja. Sementara proses makannya cukup 10 menit. Masakannya kurang bikin greget, bumbunya di awang-awang jadi rada mengecewakan. Kami makan berempat menghabiskan Rp 70ribu.

Esoknya kami menuju tempat makan yang sering disambangi yaitu restoran Wong Cilik.  Kami berjalan kaki 300 meter masuk dari jalan utama, berpanas-panas  di siang bolong karena ga ada angkot. Sebuah rumah makan prasmanan yang ramai pengunjung, sepertinya sih makanan jawa. Berbagai menu disajikan lalu kita tinggal memilih dan dibawa ke kasir. Dari kasir nanti diberi kupon harga makanan. Lumayan, ga terlalu mahal kok. Variasi antara 11 ribu, 13 ribu, dan 16 ribu rupiah per piring, tergantung makanan yang diambil.

Di seberang rumah makan ini, ada sebuah resto yang direkomendasikan Ika, teman CS saya yaitu RM Ikan bakar Cianjur, asli Surabaya. Restorannya cukup bagus dan ramai juga. Hehe.. ga jadi masuk ah. Mending makan langsung di Surabaya aja.

Rekomendasi ikan bakar yang cukup enak ada di RM Pelangi, tapi ga jadi pergi ke sana. Karena sekalian satu arah dengan pusat oleh-oleh di jalan Batam, akhirnya kami singgah di warung Al Mu’minun. Ramai pengunjung dan pelayanan cukup cepat menambah nilai plus seiring rasa bumbu ikan bakarnya yang mantap. Harga satu porsi ikan (belum tentu ikan utuh, bisa jadi hanya sebelah bagian ikan patin sungai  atau sepotong ikan pipih dengan ukuran besar) lumayan juga, Rp 30.ooo. Biarin deh rada menguras kantong, yang penting nikmat. Saking nikmatnya jadi lupa difoto.. hehe

Di sejajaran warung ini juga ada warung ikan bakar Melati yang lumayan enak juga. Lalu ada warung senggol yang menjual sop ayam. Penampakan ayamnya cukup mengherankan juga, karena potongan daging dan kepala ayam yang sudah direbus dipajang di etalase. Tapi rasanya enak, sop ayam khas di Palangka. Saya sudah pernah mencicipi beberapa tahun lalu.

Rumah makan yang menyajikan makanan Khas Kalteng halal terpaksa kami lewati begitu saja, namanya Restoran Samba di JL RTA. Milono. Selalu ramai pengunjung dan sudah tutup di sore hari. Menunya selain ikan-ikan sungai ada sop rotan atau sayur umbut rotan, jadi mereka mengolah rotan muda menjadi masakan. Adapula oseng kelakai yaitu daun pakis atau paku muda yang dimasak oseng-oseng. Ada juga RM Palangkaraya di Jl. G.Obos (yang ini saya kurang tahu, halal atau tidak).

Yang menjadi favorit para pengunjung luar kota adalah RM Kampung Lauk, yang berlokasi di jalan Palangkaraya, Bukit Rawi. Letaknya di pinggir sungai Kahayan. Saking ramainya, pengunjung disarankan untuk mengorder via telepon terlebih dahulu agar masakan segera diproses. Sayangnya akses ke sana agak sulit bagi orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Tidak ada trayek angkutan umum yang melewati ke arah sana. Saat bernegosiasi dengan angkot carteran,  sang supir bercerita bahwa biasanya penumpang diminta membayar Rp 15000 per orang untuk melewati jembatan Kahayan menuju restoran, jadi jika bolak-balik berarti dua kali lipatnya. Karena teman lain tidak mau ikutan pergi, akhirnya kami mencari tempat yang dekat saja. Untung saya sudah pernah pergi kesana, gretong pula.. :)

Pilihan lain yang direkomendasikan yaitu warung soto Jali, yang letaknya berseberangan dengan hotel Amaris. Menu sate ada di berbagai warung, di jalan Suprapto dekat PMI, depan kantor pos, di jalan RTA Milono.  Bakso, nasi goreng, martabak.. haduuh, selera-seleraan deh. Kalo buat pendatang, mungkin kita lebih interest untuk mencicipi kuliner setempat ya. Seperti yang saya lakukan setelah makan malam kepiting saos tiram yang dagingnya segar di warung tenda Yos Sudarso. Dalam perjalanan pulang, kami menyempatkan untuk mencicipi durian Kasongan. Ukuran kecil seharga Rp 25000, yang agak besar bervariasi dari Rp 40 – 60000. Dagingnya berwarna kuning, tipis, dan manis hasil pilihan pemilik warung. Mantaap. *inget kolesterol, jeng!*

  

aah.. baru kali ini bisa menikmati durian lokal yang cantik

Oh, iya di bulan puasa ini biasanya banyak sekali warung-warung yang menjual kue/ penganan kecil di sepanjang jalan untuk berbuka. Mereka menyebutnya wadai (wade). Kebanyakan berisi goreng-gorengan atau kue khas Banjar. Ah, selalu terasa nikmatnya menjalani puasa Ramadhan..

Selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir batin.

About these ads

33 thoughts on “Kuliner seru Palangkaraya

  1. Ya, klo udh kalimantan emang makanan khasnya gak jauh2 dari ikan sungai yak. Etapi kok duriannya mahal bener? Klo di Pontianak yg kecil cuma 10000, dan klo yg sesar plg mahal juga 20-30rb aja :P

    • kayaknya aku harus ke ponti deh.. belum pernah sih..
      kata temenku sih sekarang musimnya aneh.. harusnya ga musim duren, jadi harga masih variatif

  2. Di Palembang sini ikan baung, ikan patin, ditambah ikan belida adalah ikan sungai yang banyak ditemui, mbak. Eh tapi kalo belida udah makin langka aja sekarang, padahal ikannya enak lho, apalagi kalo buat pempek :D

    Tapi betewe, di sana ikan patinnya mahal bener ya mbak, masak sepotong 30rebeng…gileee…untung aja rasanya mantep yah :D

  3. heueheuheue..saya mbacanya kok ya pas dah puasa tho bun…masih jam 3.01 neh dikomputer…wis pas bagian gambar cepet scroll down kebawah ke tulisan deh..biar nggak ngiler….puasa puasa ingat ingat..hehehe
    Hari ini tanggal 1 Ramadhan 1432 H, saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah puasa untuk bunda hilsya sekeluarga.MOhon maaf lahir dan batin atas segala kesahalan,semoga kita bisa menjalankan Ibadah puasa kali ini dengah hati yang bersih, penuh berkah dan barokah dari Allah Swt *amien

  4. wah ternyata udah lengkap wisata kuliner di palangka raya ya … kami sebagai penduduk palangka raya ikut senang kalau kesan anda selama di palangka raya cukup baik .. udah nyoba ketupat kandangan yaa ..

  5. mau tanya..? ada travel darat dari pontianak ke palangkaraya tak..? kalau ada buleh kasi tau kantor loketnya di mana ….

  6. saya idul adha oktober kemaren ke palangka tp belum menemukan rumah makan tersebut, jadinya cuma bisa makan seafood di jalan yos sudarso, insyaallah akhir taun ini saya akan ke palangka lagi, dan saya akan berwisata kuliner sampe puas :D nice info, thank you :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s